Orasi Ilmiah Milad UMS Ke-60

Orasi Ilmiah Milad UMS Ke-60

admin29/10/2018
admin29/10/2018

Sukoharjo, MENTARI.NEWS – Memasuki era revolusi industri 4.0, Perguruan Tinggi (PT) juga harus mampu menyikapinya dengan tanggap dan tepat. Kampus harus cepat beradaptasi dengan dinamika yang terjadi di luar. Hal itu menjadi prasyarat utama jika kalangan perguruan tinggi ingin tetap bertahan.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Prof Intan Ahmad PhD, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti dalam orasi ilmiah di hadapan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka milad ke 60 kampus tersebut, Sabtu (27/10/2018).

Orasi ilmiah yang disampaikan di Auditorium Muhammad Djazman itu mengambil tema Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0, dan sebagai puncak acara dari rangkaian milad ke 60 UMS. Ia mengungkapkan, agar perguruan tinggi dapat survive di era revolusi industri 4.0 maka harus dapat memberikan pendidikan yang relevan.

“Kalau kampus ingin survive, maka harus mampu cepat beradaptasi. Bukan yang paling pintar dan yang paling kaya. Namun dibutuhkan manajemen pendidikan yang bisa cepat beradaptasi dengan dinamika di masyarakat. Hal ini agar kita sukses. Kemudian jika diterapkan di ranah perguruan tinggi, agar kita survive maka kita harus memberikan pendidikan yang relevan,” ungkapnya.

Intan Ahmad juga menambahkan, selain menjaga mutu pendidikan, pengelola perguruan tinggi juga dibutuhkan keras karena kompetitor tidak hanya dari dalam negeri melainkan harus dilihat secara internasional.

Ia lantas mencontohkan hal kecil, di mana di sejumlah kampus di luar negeri sudah banyak menggunakan perkuliahan secara online. “Saat ini mungkin orang masih membicarakan soal belanja online. Tapi empat lima tahun ke depan, banyak yang menginginkan perkulihan online,” ungkapnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada UMS karena meski universitas swasta, namun dapat memperoleh prestasi yang membanggakan dan dapat bersaing dengan perguruan tinggi negeri.

Disamping itu, Prof Intan menambahkan bahwa sebagai perguruan tinggi harus dapat menyiapkan mahasiswanya di dunia kerja. Persiapan tersebut bukan hanya mengenai IPK tertinggi atau jumlah lulusan terbaik, namun ada aspek penting yang diperlukan di dunia kerja.

“Diperlukan aspek lain seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja keras, berpikir kritis, dan kepemimpinan. Hal ini perlu dilatih di luar kampus, sehingga kegiatan mahasiswa itu menjadi sangat penting. Hal ini dapat membantu mahasiswa menyiapkan keterampilanya, sehingga perlu disampaikan kepada mahasiswa di semester awal agar mereka dapat mulai berpikir sejak dini. Mengasah empati mahasiswa itu bukan diomongkan di kelas, tapi harus diasah langsung di masyarakat. Maka perguruan tinggi harus banyak membuat program di masyarakat untuk mahasiswanya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UMS, Dr Sofyan Anif MSi mengatakan, UMS saat ini menjadi PT yang semakin mendapat trust dan recognize. Sehingga nantinya diharapkan dapat mewujudkan impiannya untuk mendapat predikat World Class University.

“UMS diharapkan menjadi PT yang semakin mendapat trust dan recognize baik nasional maupun dalam kancah internasional. Sehingga sampai pada 2029 nanti berdasarkan Renstra jangka panjang, UMS akan dapat mewujudkan impiannya untuk menjadi PT yang mendapat predikat sebagai World Class University,” jelanya.

Rektor UMS juga menambahkan bahwa salah satu bukti UMS semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat luas dibuktikan dari jumlah animo mahasiswa yang mendaftar ke UMS. Pada tahun 2018, tercatat ada sebanyak 39.461 pendaftar, yang lulus tes 12.094, dan yang registrasi sebanyak 9.137 mahasiswa. Sehingga peningkatan yang terjadi pada tahun ini sebesar 8,26%, termasuk mahasiswa asing dengan jumlah 145 orang.

Selain itu, Sofyan Anif, juga menyampaikan mengenai perolehan ranking dan penghargaan yang telah diraih oleh UMS saat ini. Dalam perangkingan tingkat nasional versi Kemenristekdikti, tahun ini UMS mengalami penigkatan menjadi ranking 33. Sedangkan perengkingan versi 4 International Colleges and Universities (4ICU) 2018 UMS menduduki peringkat ke 14. Kemudian berdasarkan World University Ranking (WUR) versi QS Asia, UMS berada di posisi 301-350 dunia, dan urutan ke 12 terbaik skala nasional.

Selain laporan Rektor UMS dan orasi ilmiah dari Kemenristekdikti, terdapat acara lain yang juga dilakukan dalam upacara ini. Acara tersebut yaitu pemberian penghargaan kepada dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang berprestasi di tahun 2018.

Dalam rangkaian peringatan Harijadi, pada Hari Minggu (28/10) digelar jalan sehat yang diikuti keluarga besar UMS. Mulai dari karyawan, dosen, perwakilan dan para mitra. Ribuan peserta jalan sehat tumpah ruah mengikuti jalan sehat dengan jalur di seputar Kampus UMS Pabelan.

Ada banyak hadiah yang dibagikan kepada para karyawan UMS dan keluarganyaa. Mulai dari sepeda motor, 60  sepeda onthel, mebeler, barang elektronik hingga voucher belanja.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberi kontribusi terhadap perkembangan UMS sehingga bisa maju dan berkembang seperti saat ini. “Kepada semua civitas akademiak kami ucapkan terima kasih banyak atas prestasi dan sumbangsihnya sehingga UMS bisa maju. Tentunya kepada para mitra terutama para wartawan yang tidak henti memberitakan UMS,” katanya. (joe)