Pemerintah Perintahkan Pemeriksaan Semua Pesawat Boeing 737-Max

Pemerintah Perintahkan Pemeriksaan Semua Pesawat Boeing 737-Max

admin30/10/2018
admin30/10/2018

Jakarta, MENTARI.NEWS – Pemerintah Indonesia telah memerintahkan pemeriksaan semua pesawat Boeing 737-MAX sebagai tim penyelamat menemukan lebih banyak korban dari jet baru yang jatuh ke laut dengan 189 orang di dalamnya.

Pesawat Lion Air, yang baru beroperasi beberapa bulan lalu, jatuh ke Laut Jawa Senin hanya beberapa menit setelah lepas landas dari ibukota, Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengumumkan pada hari Selasa bahwa baik Lion Air – maskapai penerbangan terbesar di negara itu – dan Garuda – maskapai nasional – telah diperintahkan untuk memeriksa semua pesawat Boeing 737-MAX mereka.

Lion Air saat ini memiliki 10 737-MAX dalam armadanya sementara Garuda memiliki satu.

Budi, yang memerintahkan meng-ground-kan semua model baru dari Boeing 737-Max, mengatakan bahwa hasil inspeksi akan diserahkan kepada badan keselamatan transportasi Indonesia untuk membantu penyelidikan atas tabrakan Penerbangan JT610.

Kecelakaan itu telah membangkitkan kekhawatiran tentang catatan keamanan udara tambal sulam di Indonesia yang menyebabkan larangan yang sekarang diangkat dari pesawatnya memasuki wilayah udara AS dan Eropa.

Pihak berwenang mencoba untuk menentukan lokasi jet dan perekam data penerbangan yang hancur, yang diharapkan menjadi sangat penting untuk investigasi kecelakaan.

Badan pencarian dan penyelamatan Indonesia mengatakan pihaknya memprioritaskan menemukan rongsokan utama menggunakan detektor logam sonar, dan semua tetapi mengesampingkan menemukan korban yang selamat dari tabrakan bertenaga tinggi di perairan sekitar 30 hingga 40 meter.

Kerabat yang berduka

Sementara itu, sejumlah kerabat pada hari Selasa memadati bangunan rumah sakit yang digunakan untuk identifikasi korban di Jakarta.

“Putriku tidak memiliki suami, cucuku tidak lagi memiliki ayah,” kata Hari Setiyono yang berduka kepada polisi di rumah sakit polisi, merujuk pada menantunya yang hilang.

Pesawat satu lorong itu sedang dalam perjalanan ke kota Pangkal Pinang, sebuah titik lompatan bagi wisatawan pantai dan wisatawan yang mencari matahari di pulau Belitung di dekatnya, ketika mereka keluar dari kontak sekitar pukul 06:30 pada hari Senin (23:30 GMT pada hari Minggu). .

Pilot dan co-pilot memiliki lebih dari 11.000 jam waktu terbang di antara mereka dan telah menjalani pemeriksaan medis dan pengujian obat baru-baru ini, kata operator itu.

Pakar penerbangan mengatakan terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.

Namun para peneliti akan melihat semuanya mulai dari kegagalan mekanis dan kesalahan pilot terhadap kondisi cuaca atau aktivitas kokpit yang tidak biasa yang dapat mengarah pada pembajakan atau percobaan bunuh diri, kata mereka.

“Menemukan kotak hitam yang disebut paling penting sekarang,” Terence Fan, seorang ahli penerbangan di Singapore Management University, mengatakan kepada AFP.

“Itu harus menunjukkan bagaimana pesawat dan pilot benar-benar berperilaku,” kata Fan.

Data dari penerbangan itu memberi kesan bahwa pesawat itu mungkin terbang dengan tidak teratur dan sebuah log teknis yang beredar di media sosial menunjuk pada pembacaan kecepatan dan ketinggian yang berbeda pada kapten dan instrumen perwira pertama.

Pada hari Senin, Lion Air mengakui pesawat memiliki masalah teknis yang tidak ditentukan tetap di Bali sebelum diterbangkan kembali ke Jakarta, menyebutnya “prosedur normal”.

Perusahaan ini mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka membeli 50 jet Boeing 737-MAX 10 seharga $ 6.24bn.

Pada tahun 2017, Boeing menangguhkan pelepasan MAX 737 yang hemat bahan bakar hanya beberapa hari sebelum pengiriman komersial pertamanya karena ada masalah dengan mesin.

Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan itu memberikan “bantuan teknis” kepada para peneliti kecelakaan itu.

“Kami menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga dan orang-orang yang dicintai dari mereka yang ada di kapal,” kata pernyataan itu.

Pada tahun 2014, kecelakaan AirAsia di Laut Jawa saat cuaca badai menewaskan 162 orang.

Lion telah terlibat dalam sejumlah insiden, termasuk kecelakaan 2004 yang fatal dan tabrakan antara dua pesawatnya di bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.(joe)