TSTJ Gandeng Investor PT WBI Bangun Bengawan Solo Park

TSTJ Gandeng Investor PT WBI Bangun Bengawan Solo Park

admin06/11/2018
admin06/11/2018

Solo, MENTARI.NEWS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) berhasil menggandeng PT Warna Bhuana Indonesia (WBI) sebagai investor untuk menggarap area komersial di sisi timur kompleks konservasi satwa itu.

Dirut Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso menjelaskan, nota kesepahaman kedua pihak telah ditandatangani. Kerjasmaa TSTJ dengan PT WBI diharapkan mampu memberikan hal baru bagi masyarakat Solo.

”Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan hal baru kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat yang hendak berwisata tidak perlu jauh-jauh. Cukup di Jurug Solo Zoo (sebutan lain TSTJ) saja,” kata Bimo.

Herman Adrianto, Direktur Utama (Dirut) PT WBI mengatakan pihaknya akan menghadirkan area wisata baru Bengawan Solo Park sebagai usaha mengembalikan kejayaan Solo tempo dulu sebagai kota tidak pernah tidur.

Herman mengklaim, citra Solo Masa Lalu ersebut mampu dipopulerkan kembali dengan keberadaan Bengawan Solo Park yang nantinya bakal menyediakan lokasi khusus bagi para pegiat komunitas agar bisa beraktifitas. 

”Seperti halnya  Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari. Jadi apa yang dulu hilang -setelah THR tidak lagi beroperasi- nanti bisa ditemukan di Bengawan Solo Park, dengan gaya yang sedikit berbeda,” kata Herman seperti dilaporkan dalam situs Pemkot Solo, Surakarta.go.id.

Diterangkan Herman, pihaknya akan membagi Bengawan Solo Park dalam empat zona dengan prioritas ada pada zona taman komunitas (community park). Masa lalu Solo juga akan dihadirkan di Bengawan Solo Park dengan melengkapi keberadaan Monumen Gesang yang ada disana dengan museum.

Hal ini dilakukan untuk mengingatkan pengunjung Bengawan Solo Park terhadap kebesaran nama maestro keroncong Indonesia. ”Kami akan membuat museum, dengan mempertahankan monumen itu,” ujar Herman.

Bagi Herman, masa lalu Kota Solo merupakan aset berharga untuk pengembangan potensi pariwisata. Namun begitu, Bengawan Solo Park perlu mengadopsi perkembangan zaman, dan Bengawan Solo Park juga didesain untuk perkembangan tersebut dengan dibuatnya zona electronic sport (e-sport) Bengawan Solo Park.

Zona e-sport BSP bakal mengakomodasi keinginan generasi muda sekarang terhadap perkembangan e-sport yang saat ini tengah booming. Keberadaan zona e-sport BSP direncanakan berupa e-stadium yang dilengkapi tingkat-tingkat tertentu mulai dari beginner hingga profesional.

“Melalui pembangunan zona electronic sport (e-sport), Bengawan Solo Park mampu mengakomodasi kebutuhan generasi kekinian akan tempat hiburan dan pendidikan,” kata Herman.

Ditambahkan Herman, seluruh wahana tersebut bakal didirikan bertahap pada lahan seluas dua hektare dengan anggaran kurang lebih Rp 22 miliar yang dimiliki PT WBI.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo berharap, pendirian Bengawan Solo Park mampu melengkapi wahana TSTJ dan menjadi daya tarik pendukung kebun binatang.

”Apalagi sebelumnya juga sudah dilakukan peletakkan batu pertama pembangunan Kolam Keceh dan sudah ada Taman Pelangi. Pemkot ingin agar TSTJ bisa menjadi destinasi wisata nomor satu di Jawa Tengah,” kata Purnomo. (joe)