Badan Arkeologi DIY Mulai Lakukan Ekskavasi Candi Sirih

26/04/2019

Badan Arkeologi DIY Mulai Lakukan Ekskavasi Candi Sirih

26/04/2019
Candi Sirih

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Setelah dilakukan observasi pada Oktober 2018, saat ini Badan Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan penggalian lahan candi Sirih selama 22 hari kedepan, mulai dari tanggal 22 April hingga 11 Mei 2019.

Penggalian memiliki tujuan untuk mengetahui tata letak bangunan candi dan lingkungan sekaligus sejarah Candi Sirih. Menurut keterangan Baskoro Daru Tjahjono sebagai peneliti Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkapkan untuk luas pagar candi yang pertama sekitar 30×30 meter dan luas induk candi 8×8 meter.

“Untuk ekskavasi sampai tanggal 11 nanti berfokus pada penggalian kedalaman candi sampai pada tanah asli dan juga mungkin nanti akan ditemukan penemuan penemuan lain yang lebih memperkuat hasil penelitian di candi sirih ini. Serta pencarian pintu masuk utama candi sirih,” ungkap baskoro

Baskoro menerangkan, penemuan candi ini masih berupa satu candi induk  yang menghadap kebarat dan juga tiga parwara yang menghadap ke timur yang mana satu dari tiga perwara telah hancur dan dijadikan pondasi rumah warga. Selain itu terdapat penemuan lain yaitu terdapat ukiran pelipit persegi , pelipit setengah lingkaran, dan pelipit sisi genta yang merupakan ciri khas candi-candi Jawa Tengah.

Ekskavasi Candi Sirih yang dilakukan Badan Arkeologi DIY. (Mentari.news)

“Untuk parwara yang ketiga akan tetap dilakukan penggalian dan rekonstruksi ulang seberapa besar sisa candi parwara yang tersisa,” kata Baskoro.

Baskoro menambahkan bahwa pada candi sirih yang diperkirakan dibangun tahun 8 sampai dengan 10 Masehi masih termasuk dalam jenis candi yang ada pada jaman Mataram kuno. Selain itu ada bangunan Candi yang menggunakan batu tufan yang merupakan batu asli dari Dusun Kersan, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo.

“Penggunaan batu tufan inilah yang membedakan dari beberapa penemuan beberapa sisa situs candi yang ada di daerah sukoharjo,” terang Baskoro. (*)