Bakso Chuanki Akang Bandung, Beromset 25 Juta/Hari

27/04/2019

Bakso Chuanki Akang Bandung, Beromset 25 Juta/Hari

27/04/2019
Bakso Chuanki

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SOLO – Perkembangan usaha kuliner jaman sekarang kian meningkat dengan berbagai macam inovasi produk yang dilakukan oleh para pelaku usahanya.

Salah satunya adalah kuliner Bakso Chuanki Akang Bandung yang hadir di Solo baru-baru ini dengan mengikuti gelaran Hello Food Fest #7, Summer by The Pool yang di selenggarakan di Main Parkir Area Solo Paragon Mall, Jumat (12/4/2019).

Menurut Ibe, selaku marketing Bakso Chuanki Akang Bandung, Chuanki ini berasal dari Jawa Barat dan memiliki kepanjangan cari uang jalan kaki.

Bakso Chuanki merupakan modifikasi yang biasanya dijual oleh mang-mang atau mas mas yang dipanggul dan di bawa dengan jalan kaki dengan didalamnya berisikan aci dan juga ikan tengiri yang dibalut dengan kulit pangsit.

“Kemunculan Bakso Chuanki Akang Bandung ini memberikan suatu inovasi pada produk chuanki yang dulu agar bisa naik kelas dengan sasaran segmen pasar menengah atas,” ungkap Ibe.

Bakso Chuanki yang muncul sejak agustus 2018 di Yogyakarta ini sudah banyak diminati oleh para pelanggan setia. Di Yogyakarta, bakso Chuanki berada di tiga tempat yaitu daerah Condongcatur, Depok, Malioboro Mall lantai 3, dan UGM serta satu cabang lagi di daerah Purwokerto.

“Yang membedakan dengan bakso umumnya adalah bakso Chuanki yang disini semua menggunakan bakso daging dengan berbagai tambahan isian seperti bakso golong terdiri dari bakso pangsit sosis digulung dengan kembang tahu, bakso selimut, bakso ceker, bakso kepala, bakso mercon dan bakso telur,” tutur Ibe.

Bakso Chuanki Akang Bandung. (Mentari.news)

Walaupun masih tergolong bisnis baru, omset yang didapat dari penjualan bakso Chuanki ini rata-rata mencapai 25 juta dan jika sedang drop bisa mendapatkan 15 juta dalam sehari. Semua itu tergantung pada event yang terselenggara dan juga lokasi tempat berjualannya.

Harga bakso Chuanki dibanderol mulai dari Rp20 ribu hingga Rp35 ribu dengan dua varian rasa kurang baik yang original maupun yang kuah pedas. Serta tambahan topping seafood seperti lobster dan juga kepiting dengan harga tambahan sekitar 60 ribu sampai 80 ribu tergantung dari besarnya

“Selama ini yang menjadi favorit pelanggan itu yang kuah pedas dengan tambahan topping lobster. Kuah cabai yang sampai membuat orang nangis. Kalau bahasa sundanya itu ‘cekurik’,” papar Ibe.