Gelaran 24 Jam Menari Bakal Hadirkan Pentas Tari Difabel

admin26/04/2019

Gelaran 24 Jam Menari Bakal Hadirkan Pentas Tari Difabel

admin26/04/2019
Konferensi pers 24 Jam Menari

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Pertunjukan seni tari istimewa dari gelaran 24 Jam menari yang diselenggarakan untuk memperingati 13 ISI Surakarta yaitu pentas tari bersama penyandang difabel.

Ketua Panitia Hari Tari Sedunia 2019 ISI Surakarta, Eko Supriyanto mengatakan pentas tari bersama difabel akan diikuti sekitar 40 penari difabel dari SLB se Soloraya seperti dari Solo, Sukoharjo serta Karanganyar.

“Kontribusi mereka dalam memeriahkan event 24 Jam Menari 13 tahun ISI Surakarta ini menjadi pembeda dari gelaran 24 Jam Menari sebelumnya, ” terang Eko Supriyanto

Eko menerangkan, bahwa, penari-penari difabel ini adalah penyandang tuna grahita, wicara, rungu dan tuna daksa. Nantinya, mereka bakal menghadirkan tarian karya salah satu pengajar Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, Jonet Sri Kuncoro, S.Kar., M.Hum. Sebelumnya, Jonet telah melakukan riset keterlibatan kelompok difabel dalam seni tari yang ia gunakan untuk memperoleh gelar S2 dengan judul Aku Tak Berbeda.

“Nah ini nanti dapat kita saksikan bagaimana beliau dapat melakukan pertunjukan tari dengan teman-teman difabel. Padahal kita tahu bahwa tari dan musik adalah hal yang saling terkait. Nanti dapat kita saksikan bersama dalam 24 menari yang akan ditampilkan sekitar pukul 10.30 WIB Senin  (29/4/2019) di pendhapa ISI Surakarta. Bagaimana strategi beliau diterapkan pada penyandang difabel tuli atai teman-teman difabel lainnya,” ujar Eko.

Eko menambahkan di daerah Kentingan sebenarnya juga ada penari difabel yang memiliki kemampuan tari Jaipong luar biasa bagus dan penari tersebut penyandang tuna rungu.

“Nah, ini nanti kedepan mungkin kita akan gandeng,  ini nanti juga akan menjadi bahan diskusi bersama mas Jonet supaya risetnya bisa diperlebar lagi, tidak hanya dalam berkarya tetapi juga dalam kehidupan sehari-harinya,” tambah Eko.

Hal ini sesuai dengan konsep utama event 24 Jam Menari dengan slogan #gegaramenari ini juga ingin memunculkan konsep bahwa tari bisa memajukan passion yang sangat fleksibel, bisa kemana-mana, hingga akhirnya bisa mencukupi kehidupan dengan menari. Sehingga harapan kita nanti juga bisa memunculkan buku mengenai metodologi seni dari difabel tahun ini atau pun tahun yang akan datang. (*)