Haedar Nashir: Hadapi Pemilu 2019, Warga Muhammadiyah Tidak Boleh Bermental Pinggiran

admin04/04/2019

Haedar Nashir: Hadapi Pemilu 2019, Warga Muhammadiyah Tidak Boleh Bermental Pinggiran

admin04/04/2019
Haedar Nashir

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SIDOARJO – Warga Muhammadiyah diminta tidak mempunyai mental pinggiran menghadapi Pemilu 2019. Mental pinggiran ini artinya selalu menerima serta angkuh.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019) di Auditorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA)

Dikatakan Haedar, warga Muhammadiyah tidak boleh memiliki mental selalu terbawa arus pikiran dan gerakan orang. Tidak boleh juga bermental merasa diri rendah. Lebih-lebih ikut perahu orang yang tidak tahu mau didayung kemana.

Mental yang mesti dikedepankan warga Muhammadiyah adalah mental cerdas serta berani atau mahfudi. Dan tidak lemah mental dalam hal apapun termasuk pada era Pilpres 2019 saat ini.

“Kita (sekarang) tidak menjadi pelaku, tetapi menjadi subordinat. Bukan kita yang menentukan arah perjalanan, tapi malah ikut irama orang,” kata Haedar Nashir.

Untuk itulah, kata Haedar Nashir, warga Muhammadiyah harus menjadi orang dengan mental pengabdi serta pemberi. Orang yang tidak punya apa-apa, jangan harap pernah bisa memberi apa-apa.

Haedar mengingatkan, bangsa dan umat dimanapun itu, jangan pernah menggantungkan nasib, kemajuan, dan masa depannya pada pihak atau bangsa lain. Tapi, harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, diatas kemandirian yang kokoh dan di atas inner dinamic atau kekuatan inti yang ada di dalam jiwa, kekuatan, dan pikiran.

“Kita masih bisa mengelaborasi (peran) sebab Muhammadiyah punya berkomitmen terhadap kemajuan. Nafas teologis serta ideologinya adalah kemajuan dalam perspektif Islam,” kata Haedar. (*)

 

Sumber: PWMU.CO