Hukum Kausalitas Manusia

14/04/2019

Hukum Kausalitas Manusia

14/04/2019
Kausalitas Kehidupan

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Perilaku buruk dapat merusak diri sendiri dan juga orang lain, baik secara individu maupun kolektif. Sudah menjadi kehendak Allah SWT jika perbuatan buruk maka akan mendatangkan keburukan pula.

Pakar Psico spiritual UMS, menerangkan saat ada orang yang berbuat buruk kemudian ada yang ingin mengikutinya, hal itu salah. Karena tidak ada perbuatan buruk yang mendatangkan kedamaian dan kebaikan. Semua yang berjalan di dunia ini merupakan kausalitas. Semua ada hubungan sebab akibatnya.

“Jika melakukan perbuatan buruk maka dapatnya juga akan buruk. Untuk itu tidak perlulah kita merasa iri dan dengki,” Nisa kepada Mentari.news, Senin (15/4/2019).

Nisa mengungkapkan jika di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan belaka. Semua yang terjadi ada sebab akibatnya. Hanya saja tidak semua hal dapat dijelaskan secara nalar baik dari kajian ilmiah atau akademik.

“Manusia memiliki keterbatasan sehingga mereka paling sering mengatakan, ‘ah kebetulan’. Padahal yang terjadi adalah tidak semua kejadian dapat dijelaskan melalui kaidah keilmuan,” lanjut Nisa.

Menurut Nisa, antara perilaku dan spiritual itu berkaitan erat sehingga jika seseorang menginginkan tercipta masyarakat yang rahmatan lil alamin, maka perilaku orang-orang yang ada di lingkungan tersebut juga harus mencerminkan rahmatan lil alamin. Namun, yang banyak terjadi saat ini adalah orang banyak mengetahui namun tidak melakukannya.

“Ada bagian-bagian yang sifatnya pilihan. Ada orang yang paham tapi ada juga yang sifatnya keinginan. Sehingga muncul yang namanya kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan berkaitan dengan apa yang seharusnya kita lakukan. Sedangkan keinginan adalah suatu harapan atau bias juga angan-angan semata,” terang dosen Psikologi UMS itu.

Yang dimaksud kebutuhan menurut Nisa, hal tersebut berkaitan dengan beribadah, seperti sholat. Sholat merupakan salah satu bentuk ucapan syukur atau terima kasih seseorang kepada Allah karena telah menciptakannya. Namun, ketika seseorang sudah mengaitkan ini dengan keinginan, maka itu lain soal.