Pelatihan KB Tingkat Internasional di RS PKU Muhammadiyah Surakarta

27/04/2019

Pelatihan KB Tingkat Internasional di RS PKU Muhammadiyah Surakarta

27/04/2019
Pelatihan KB Internasional

Reporter : Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta menjadi tempat penyelenggaraan Training on Strategies Partnership with Muslim Religious Leaders in Family Planning at PKU Muhammadiyah Hospital pada Jumat (26/4/2019).

Pelatihan KB berskala internasional tersebut merupakan kerja sama antara BKKBN, UNFPA, Sekertariat Negara serta RS PKU Muhammadiyah.

Sebanyak 24 peserta dari 10 negara terlibat dalam pelatihan ini. Mereka berasal dari Bangladesh, Philipina, Mali, Mesir, Nepal, Nigeria, Pakistan, Srilanka,  Sudan serta Indonesia.

Kegiatan “Training on strategic partnership with muslim religious leader in family planning at PKU Muhammadiyah Surakarta ” dilaksanakan di Aula Baitul Hikmah R. S PKU Muhammadiyah Surakarta dengan melibatkan berbagai instansi.

Pelatihan juga dilaksanakan di  SMA Batik Surakarta serta Pesantren Al-Muayat Surakarta. Tujuan pelatihan dilakukan di lingkungan sekolah sebagai usaha konseling kesehatan usia remaja.

Harapannya, peserta didik mengetahui bahwa anak muda harus menikah sesuai pada umurnya. Artinya tidak terlalu dini dan tidak terlalu lanjut.

“Standar usia menikah dalam dunia medis diantaranya pada kisaran umur 25 sampai dengan 35 tahun, ” terang dokter Arief Budiman, Wakil Direktur Pelayanan Medis RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Arief Budiman menjelaskan banyak risiko yang akan terjadi jika melangsungkan pernikahan tidak sesuai pada masanya.  Mulai dari sisi kesehatan seperti terserang penyakit, dan sisi mental. Hal ini juga akan berpengaruh pada kehidupan keluarga pribadi.

Pelatihan KB tingkat internasional yang diikuti negara-negara muslim di RS.PKU Muhammadiyah Surakarta, Jumat (26/4/2019)

Dalam kegiatan ini, dilakukan juga pelatihan internasional penggunaan KB MOW yang dilakukan di ruang operasi yang telah disediakan. Namun dikarenakan terbatasnya waktu dan ruang yang disediakan, maka hanya ada 1 dari 3 ruang operasi yang dapat dipakai. Selain itu tidak semua peserta dari negara yang berpartisipasi bisa menyaksikan secara langsung.

“Hanya 4 perwakilan negara yang dapat menyaksikan secara langsung pelatihan KB MOW ini. Meski begitu peserta yang lain masih dapat melihat demonstrasi yang di sediakan di luar ruangan,” terang Arief Budiman yang yang juga menjadi salah satu dokter bedah di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. (*)