Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2019 di Solo

28/04/2019

Peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2019 di Solo

28/04/2019
Hari Peduli Autisme Sedunia 2019 di Solo

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Forum Peduli Difabel Indonesia memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) yang diperingati pada setiap tanggal 2 April pada Sabtu (27/4/2019) di Monumen 45 Banjarsari Solo.

Sebanyak 250 peserta dari sejumlah kalangan masyarakat dan kelompok difabel mengikuti Hari Peduli Autisme Sedunia yang bertema “Berjalan Bersamamu, Bersahabat Denganmu”.

Hari Peduli Autisme Sedunia 2019 ini menjadi penyelenggaraan tahun ke-7 di Indonesia sejak dilakukan pertama kali tahun 2012 lalu.

Ketua Forum Peduli Difabel Indonesia, Yeti Saputri mengatakan kegiatan Hari Peduli Autisme Sedunia 2019 di Kota Solo ini merupakan kegiatan kedua setelah yang pertama di Papua pada 6 April 2019.

Diakui Yeti Saputri, untuk menyelenggarakan peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia di Kota Solo pihaknya menghadapi sejumlah kendala sehingga kegiatan ini baru berlangsung pada Sabtu, (27/04/2019).

Konsep penyelenggaraan Hari Peduli Autisme Sedunia di Solo ini dikonsep dalam bentuk gathering dari berbagai sekolah YPAC, SLB dan autis se Soloraya.

Salah satu acara dalam kegiatan Hari Peduli Autisme sedunia di Solo ini adalah pentas seni dari anak-anak difabel.

Tidak seperti biasanya yang hanya dilakukan antarkelompok difabelk hanya dalam lingkup SLB,  atau antar YPAC, kali ini dilakukan di tempat umum.

Disinilah tujuan gathering ini dilakukan, yaitu menyatukan kelompok-kelompok difabel.  Bahkan anak anak difabel yang tidak sekolah pun dapat mengikuti kegiatan ini.

“Tujuan dari acara ini untuk mengembangkan bakat yang telah Tuhan berikan secara istimewa kepada mereka. Bahwa keistimewaan ini diharapkan tidak menjadi halangan untuk maju dan berkembang dengan keistimewaan mereka,” terang Yeti.

Yeti Safitri berharap dari kegiatan semacam ini,  semakin menunjukkan kepada khalayak bahwa orang normal dan difabel itu sama, tidak perlu lagi mempermasalahkan.

“Mari kita menjadikan mereka sebagai teman,  sahabat,  dan semakin menjalin kebersamaan.”

Dalam kegiatan ini diberikan penghargaan kepada anggota kelompok difabel berupa hadiah dari sponsoship yang telah mendukung acara ini. Seluruh kegiatan ini murni dari bakti sosial dan dana yang terkumpul dari berbagai pihak.  (*)