Soloborasi Creative Event 100 % Solo Hadirkan Trisno Santoso

admin29/04/2019

Soloborasi Creative Event 100 % Solo Hadirkan Trisno Santoso

admin29/04/2019
Soloborasi Kreative Event 100% Solo

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SOLO – Soloborasi Creative Event 100% Solo pada hari terakhir penyelenggaraan, Sabtu (27/4/2019) menghadirkan nara sumber Trisno Santoso, tenaga pengajar Prodi Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta.

Tema yang diantarkan dalam bincang-bincang kreatif Bersama Trisno Santoso ini adalah “Memahami Seni Peran dalam Film”.

Bincang-bincang Bersama Trisno Santoso yang juga seorang aktor, penulis naskah drama bahasa jawa, merupakan acara pembuka sebelum memasuki acara yang kedua yakni workshop pemeranan.

Menurut Trisno Santoso, hal yang terpenting Bagaimana kita mewakili apa yang ditugaskan kepada kita. Selain itu, pentingnya mengikuti latihan dalam mengasah kemampuan yang dimiliki.

“Seperti halnya saya yang disuruh sutradara memainkan lakon pembantu. Dimana anak saya disukai oleh anak majikan saya namun ditentang. Lalu anak majikan saya itu depresi, berhura-hura hingga terkena narkoba dan meninggal. Disitu saat melakukan action atau take yang pertama saya dapat merasakan feel sebagai seorang calon mertua yang kehilangan calon menantunya,” ungkap Trisno, saat menjelaskan bagaimana pentingnya memahami apa yang diperankan.

“Namun saat akan diulang pada take yang kedua, perasaan sedih kehilangan yang mendalam itu kembali susah untuk dibangun,” lanjut Trisno.

Ditambahkan Trisno, bagi seorang aktor  peran, yang terpenting yang harus dipahami adalah kecepatan hafalan naskah. Ini yang sangat diperlukan dalam memasuki dunia casting. Selain itu juga pentingnya keluwesan saat di depan kamera dan pentingnya keluwesan di diatas panggung.

“Yang penting penonton percaya bahwa dia sesuai dengan apa  yang seharusnya dia perankan,” kata Trisno.

Menurut Trisno Santoso, perkembangan seni peran ini tidak terlalu nampak. Banyak anak muda saat inj malas untuk latihan dan memperkaya karakter diri sendiri.

“Pengayaan diri untuk jadi pemeran itu sangat diperlukan sekaligus mengasah keluwesan gerak agar totalitas saat memerankan suatu peran yang diinginkan,” papar Trisno. (*)

“Talkshow ini hanya sebagai pengantar agar teman-teman yang datang bergabung atau siap mengikuti workshop pemeranan,” kata Dewi Novitasari selaku koordinator untuk sub sektor film animasi dan video.

Solobrasi Creative Event 100% Solo hari ketiga atau terakhir di Museum Keris menghadirkan dosen seni teater FSP ISI Surakarta, Trisno Santoso. (Mentari.news)

Dalam workshop pemeranan yang merupakan pendalaman seni peran dihadirkan dalam  dua sesi; sesi yang pertama yakni olah tubuh dan sesi yang kedua adalah workshop keaktoran.

Dewi mengungkapkan harapan besar yang ingin dicapai pada acara Soloborasi 100% Solo ini terutama di Solo, dapat lahir talenta-talenta baru dibidang seni peran terutama untuk seni peran dalam film.

Karena di masa depan, film akan jauh lebih berkembang. Perfilman Solo akan lebih baik lagi dari saat ini, karena film merupakan media yang mudah sekali untuk dipelajari.

“Jadi menurutku, semua pendukung harus siap dengan perkembangan dunia film salah satunya seni peran. Dan pada hari terakhir ini akan ditutup dengan pemutaran layar tancap di panggung utama,” lanjut Dewi. (*)