Tunjangan Uang Diganti Beras, Karyawan & Dosen UMS Diminta Ikhlas

admin30/04/2019

Tunjangan Uang Diganti Beras, Karyawan & Dosen UMS Diminta Ikhlas

admin30/04/2019
LUKU

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – UMS akan mengganti pemberian tunjangan beras yang selama ini diberikan dalam bentuk uang dengan beras.Penggantian tersebut telah ditetapkan melalui SK Rektor.

Demikian disampaikan Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sistem Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ir. Sarjito, M.T., Ph.D saat peresmian Kerjasama UMS dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah serta Lembaga Usaha Kelompok Unggul (LUKU) Petani Muhammadiyah di hall Gedung Siti Walidah UMS, Sabtu (27/4/2019).

Sarjito mengatakan untuk pengadaan beras bagi dosen dan karyawan UMS ini, menggandeng Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) Sragen yang merupakan binaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah.

“Beras yang dihasilkan oleh Jatam Sragen ini kualitasnya bagus dan semi organik. Disebut semi organik karena memang tidak sepenuhnya organik mengingat air yang digunakan mengairi persawahan kami belum tentu terbebas dari zat kimia,” terang Sarjito.

Berapa Jatam Sragen memasok kebutuhan beras untuk tunjangan dosen dan karyawan UMS?

“Untuk kerja sama dengan UMS ini kami sudah mengirim 4 ton/bulan,” kata Suranto. Sebelum bekerjasama dengan UMS, Jatam Sragen telah mengirim beras mereka ke UMY, Universitas Aisyiyah Yogyakarta  serta sekolah Mu’alimin Muhammadiyah.

Suranto berharap pengiriman beras dari Jatam Sragen untuk UMS bisa terus berlangsunng.

“Kami berharpa kerjasama ini tidak seperti kerjasama kami dengan UMY. Kami memasuk beras ke UMY satu kali dan sekaligus yang terakhir,” ungkap Suranto.

Sementara itu Ketua BPH UMS, Dahlan Rais mengakui, ia ditemui sejumlah karyawan UMS yang mempertanyakan mengapa tunjangan yang biasa berbentuk uang harus diganti dengan beras.

Secara simbolis, dilakukan pemberian tunjangan beras dari BPH UMS kepada perwakilan tenaga pengajar UMS. (Mentari.news)

“Ini belum diluncurkan sudah ada yang protes menemui saya, ‘gimana kok diwujudkan beras? Bawa pulangnya sulit.Apa tidak luwis dan praktis uang, dikantongi,”  cerita Dahlan Rais dalam sambutan acara.

Dahlan Rais menerangkan dalam hal ini, anggota Muhammadiyah harus kembali kepada firman Allah dalam Q.S Al Maidah yang berbunyi : Wa ta‘awanu ‘ala al-birri wa al-taqwa, wa la ta‘awanu ‘ala al-itsmi wa al‘-udwan”. Artinya: Saling men0longlah kalian dalam hal kebaikan & janganlah saling men0long dalam dosa & permusuhan

“Ayat ini harus menjadi semangat Muhammadiyah. Ada yang mengumpamakan Muhammadiyah itu adalah bangunan, maka bagian yang terpenting itu pondasi. Pondasi mengatakan hidup berdasarkan tauhid. Bangunan ini ditopang 4 pilar utama; 1, pencerahan umat, 2.menggembirakan amal shalih.3, bekerjasama dalam kebajikan 4.tidak berpolitik praktis. (*)