Banyak Kegiatan, Gema Kampus Ramadhan UMS 2019 Diikuti 600-an Orang Tiap Hari

admin22/05/2019

Banyak Kegiatan, Gema Kampus Ramadhan UMS 2019 Diikuti 600-an Orang Tiap Hari

admin22/05/2019
Pasar darurat Pasar Legi
Gema Kampus Ramadhan UMS 2019. (mentari.news)

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Kegiatan Gema Kampus Ramadhan UMS 2019 yang berlangsung satu bulan penuh selama Ramadhan dibagi dalam dua program dan diikuti pihak dalam dan luar UMS.

Ketua Panitia Gema Kampus Ramadhan UMA 2019, Bambang Sukoco menerangkan, kegiatan GKR UMS 2019 terbagi dua program yaitu program dalam dan luar kampus. “Program diluar kampus berupa pengabdian masyarakat berupa pesantren kilat serta mubaligh hijrah. Kalau pesantren kilat dilakukan di IMM Shabran diikuti siswa SMP dan MTS se-Solo,” kata Bambang Sukoco saat ditemui mentari.news, Selasa (21/5/2019).

Sementara untuk mubaligh hijrah diterangkan Bambang Sukoco, ditangani Pondok Hajjah Nuriah Shabran dan Pesantren Mahasiswa Mas Mansyur. Sementara program internal kampus diisi sangat banyak kegiatan dimulai dengan Grand Opening pada Ahad,5 Mei 2019. Kemudian ada kegiatan Kurma, Mentari Kampus, Sholat Tarawih& Kultum, Sahur Bersama dan Cinta Subuh, Tabligh Akbar, I’tikaf, dll.

“Kalau program internal kampus rutin setiap sore ada kajian rutin di Masjid Fadhlurrahman dan Masjid Sudalmiyah Rais. Peserta 600an tiap hari di dua masjid itu.  Pematerinya tenaga pengajar dalam UMS dan luar UMS ada dari Muhammadiyah Wilayah, juga daerah. Bahkan ada dari luar Muhammadiyah, “ terang Bambang Sukoco.

Kajian Islami di Masjid Fadhlurrahman Kampus I UMS dalam Gema Kampus Ramadhan UMS 2019. (mentari.news)

“Ada juga Tabligh Akbar yang sudah diawali Pak Rektor dan Pak Dahlan Rais. Ada juga Pak Din Syamsudin dan Mas Dahnil Anzar Simanjuntak. Rencananya tanggal 21 ini Pak Amien Rais. Tapi karena Pak Amien Rais masih berada di Jakarta, jadi minta mundur. Lalu tanggal 25 Mei, Pak Haedar Nasir buka bersama di Auditorium M.Djazman dan Anwar Abbas, Ketua PP Muhamadiyah dan Sekjen MUI yang mengisi tabligh setelah Sholat Tarawih,” kata Bambang Sukoco.

Diterangkan Bambang Sukoco, pada 10 hari terakhir bulan Puasa nanti, akan dilakukan I’tikaf di Masjid Sudalmiyah Rais yang bisa diikuti masyarakat umum. Di mulai Maghrib sampai pagi selama 10 hari penuh. Nanti diisi pendalaman hukum tarjih Muhammadiyah. Di samping I’tikaf merupakan ibadah pribadi.

“Kalau tahun kemarin yang ikut I’tikaf ada 50 orang. Tahun ini diharapkan lebih banyak. Nanti yang ikut I’tikaf memperoleh fasilitas buka puasa, sahur, laundry dan tinggal di masjid. Semua free. Kalau I’tikaf di Masjid Sudalmiyah Rais masih dilakukan kaum pria. Kalau wanita belum ada fasilitas yang mendukung.

Ditambahkan Bambang Sukoco, Gema Kampus Ramadhan tahun ini mengusung tema milenial. Ramadhan ini momentum untuk dijadikan harapan untuk menjadi insan lebih baik, mengajak fastabiqul khairat dan bisa menjadi sang pencerah di masyarakat. (*)