Batik Mahkota Laweyan, Eksis Skala Nasional

Batik Mahkota Laweyan, Eksis Skala Nasional

admin19/05/2019
admin19/05/2019
Batik Mahkota_

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Batik Mahkota Laweyan telah berdiri sejak tahun 1940,  sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Berada di Jalan Sayangan Kulon no. 9 Laweyan, Solo. Batik Mahkota hingga saat ini sudah berjalan sampai generasi ke 3.

Alpha Febela merupakan generasi ke 3 dari Puspowidjoto.  Ayah dari Muhammad Taufan Wicaksono ini juga merupakan anak menantu dari Puspowidjoto yang kembali menghidupkan Batik Mahkota.

Muhammad Taufan Wicaksono  menceritakan bahwa Batik Mahkota pernah vakum pada tahun 80-an. Hal itu terjadi karena batik tulis kalah bersaing dengan batik printing.

“Karena banyaknya produksi batik printing, membuat produksi batik turun. Sebab harga jual batik printing yang murah dan mampu bersaing dengan pesat dipasar,” kata Muhammad Taufan saat ditemui mentari.news, Selasa (15/5/2019).

Setelah sekian lama vakum, Batik Mahkota kembali menampakkan sinarnya pada tahun 2005, bersamaan dengan berdirinya Kampung Batik Laweyan melalui Alpha Febela yang mencoba kembali memunculkan batik Mahkota dan berjalan sampai saat ini.

 

Pengrjain batik di Batik Mahkota. (mentari.news)

“Batik Mahkota masih konsisten pada batik tulis, yakni pada produk tulis modern, tradisional, batik etnik,  cap dan juga batik Abstrak,” terang Taufan.

Sejauh ini meskipun pemasaran batik Mahkota masih dalam skala Nasional. Namun nyatanya mampu eksis hingga saat ini, dengan omset perbulan lebih dari 20 an juta.

Taufik juga mengaku pemasaran Batik Mahkota  sudah masuk ke market place seperti Lazada, Shoppie,  dan beberapa market place lain. Mahkota Batik juga mengunakan media sosial pribadi agar makin mengembangkan produk batik tulis  tersebut untuk makin dilirik pasar.  (*)