Cegah Inflasi Jelang Lebaran, BI Solo Gandeng Ulama dan PKK

admin15/05/2019

Cegah Inflasi Jelang Lebaran, BI Solo Gandeng Ulama dan PKK

admin15/05/2019
Ilustrasi aktifitas berbelanja

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO- Guna mencegah inflasi saat Ramadhan dan jelang lebaran 2019 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Ngobrol Bersama Ulama Peduli Inflasi.

Acara yang diselenggarakan Selasa (14/5/2019) tersebut dihadiri oleh ulama dan kalangan terkait termasuk ibu-ibu PKK dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).

Kepala Tim Advisori dan Pengembangan Ekonomi Perwakilan Kantor Bank Indonesia Solo, Taufik Amrozy menjelaskan acara ini diselenggarakan BI Solo sebagai upaya mengendalikan inflasi. Jadi ada 4K dalam pengendalian inflasi, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi.

“Nah tahun ini menjadi spesial karena kami juga mengundang ibu-ibu PKK karena kami ingin mengamalkan K yang keempat ini,” kata Taufik Amrozy kepada wartawan.

Lebih lanjut Taufik mengatakan mengenai pentingnya peran tokoh pemuka agama di masa-masa Bulan Ramadhan.

“Seperti saat ini kan intens sekali dengan umat di saat-saat ibadah mulai dari Subuh hingga Isya, mudah-mudahan dengan komunikasi dan dialog bisa menambah pemahaman untuk bisa menyampaikan lagi kepada masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan hemat atau berperilaku tidak berlebihan.”

Sedangkan tujuan dari menghadirkan ibu-ibu PKK sendiri dilakukan sebagai cermin keseharian.

Kepala Tim Advisori dan Pengembangan Ekonomi Perwakilan Kantor Bank Indonesia Solo, Taufik Amrozy memberi keterangan pers. (mentari.news)

“Karena ibu-ibu itu kan bersinggungan langsung dengan perilaku seperti yang tadi kami bahas. Nah inilah yang coba kami edukasi ke masyarakat supaya dapat dikendalikan. Terlebih di Bulan Ramadhan. Itulah yang disasar dari kegiatan ini,” lanjut Taufik.

Pada kesempatan yang sama, Kyai Haji Muhammad Sobari dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo mengatakan pemicu inflasi pada saat ini adalah umat Islam.

“Umat Islam banyak berbelanja untuk kebutuhan Ramadhan dan jelang lebaran padahal dalam ajaran Islam ada acuan bagaimana memanfaatkan harta, belanja, makan serta minum,” kata Sobari.

Ia menambagkan pihaknya akan menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak berlebihan dalam berbelanja guna kebutuhan hari raya jangan berlebihan.

“Kami akan melakukannya saat kegiatan keagamaan dengan memanfaatkan saat ceramah dalam penyampaian kepada umat agar belanja seefisien mungkin,” kata Sobari. (*)