Diluncurkan, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024

15/05/2019

Diluncurkan, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024

15/05/2019
MEKSI 2019-2024

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019-2024 pada Selasa (14/5/2019).

MEKSI 2019-2024 diharapkan memberi pedoman terhadap pembangunan ekonomi syariah di Indonesia pada lima tahun ke depan agar mampu menjadi pelaku utama ekonomi syariah  dunia.

Peluncuran MEKSI 2019-2015 dilakukan di Gedung Saleh Afif, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta.

Presiden Jokowi  mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar bertransformasi menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2045 mendatang. Demikian disebutkan beberapa studi yang telah dilakukan baik di dalam maupun luar negeri.

“Tapi untuk menuju ke sana juga bukan pekerjaan mudah. Banyak tantangan, banyak persoalan besar yang harus kita selesaikan,” kata Presiden dalam keterangan yang dikirim Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Salah satu kunci utama untuk mewujudkan hal itu telah dimiliki Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yakni ekonomi syariah. Maka, pertumbuhan ekonomi nasional dan penyejahteraan umat harus dilakukan dengan salah satunya memajukan perekonomian syariah di dalam negeri.

“Kunci itu adalah ekonomi syariah. Ekonomi syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi syariah sebagai sumber kesejahteraan umat,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Diperkirakan, di level global, ekonomi syariah memiliki sumbangan ekonomi global yang sangat besar. Tahun 2023 mendatang, sumbangsih ekonomi syariah terhadap perekonomian dunia diperkirakan bakal bernilai setidaknya USD3 triliun. Hal itu merupakan potensi yang harus dapat dimanfaatkan oleh negara kita.

“Sayangnya, ini menurut Global Islamic Economy Indicator, di tahun 2018 Indonesia masih menempati urutan yang ke-10 dalam peringkat negara-negara yang menyelenggarakan ekonomi syariah,” tuturnya.

Jokowi mengatakan ekonomi syariah Indonesia masih di belakang Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Jordania, Qatar, Pakistan, Kuwait. Inilah yang menurut Presiden, menjadi  pekerjaan besar di Indonesia.

Oleh karenanya, melalui Komite Nasional Keuangan Syariah yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu, pemerintah berupaya membangkitkan potensi ekonomi syariah nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di tingkat global.

“Saatnya sudah tiba bagi kita untuk membangkitkan potensi ekonomi syariah di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia. Karena kita memang negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” kata Presiden.

Suasana peluncuran MEKSI 2019-2024 di Gedung Gedung Saleh Afif, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional, Jakarta.

4 langkah MEKSI 2019-2024

MEKSI 2019-2024 merumuskan empat langkah dan strategi utama untuk mewujudkan kekuatan ekonomi syariah nasional. Pertama, menguatkan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi. Kedua, menguatkan sektor keuangan syariah di dalam negeri.

Langkah ketiga ialah menguatkan sektor UMKM sebagai penggerak utama rantai nilai halal tersebut. Sementara yang keempat dengan menguatkan ekonomi digital yang utamanya melalui perdagangan elektronik sehingga mendorong pencapaian strategi keuangan syariah lainnya.

“Kita akan terus menguatkan rantai nilai halal dengan fokus pada sektor makanan dan minuman, fesyen, pariwisata, media, rekreasi, serta farmasi dan kosmetika. Sebagai pendukungnya kita akan kuatkan keuangan syariah, kita akan terus kuatkan UMKM kita, kita kuatkan ekonomi digital kita,” ujar Presiden.

Dengan MEKSI 2019-2024 yang telah dirumuskan tersebut, Presiden Joko Widodo berharap agar seluruh pihak memiliki semangat dan visi yang sama dalam mengimplementasikan kebijakan pengembangan ekonomi syariah Indonesia untuk mencapai tujuan yang telah dicita-citakan. (*)