Gelar Pasar Murah, TPID Batasi Pembeli Hanya 1kg/item

admin15/05/2019

Gelar Pasar Murah, TPID Batasi Pembeli Hanya 1kg/item

admin15/05/2019
Ilustrasi_Operasi paar

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta menyelenggarakan pasar murah. TPID hanya menjual bahan kebutuhan pokok dengan harga Rp. 8.000/kg.

Demikian disampaikan Agus Sutrisno, Asisten Pengembangan Ekonomi Sekertaris Daerah Kota Surakarta kepada mentari.news seusai mengikuti acara Silaturahmi dan Ngobrol Santai Bersama Para Ulama Peduli Inflasi yang di gelar di ruang Shaba Karya Dharma lantai 3 gedung KPw BI Solo, Selasa (14/5) siang.

“Semua kebutuhan pokok mulai dari beras kami sediakan 15 ton, telur, gula, dan minyak goreng dengan harga Rp. 8.000/kg nya,” kata Agus Sutrisno.

Rencananya pasar murah sembako ini akan mulai digelar pada 18 hingga 27 Mei mendatang di lima kecamatan selama sepuluh hari.”Jadi nanti di satu kecamatan kita gelar selama dua hari,” kata Agus.

Untuk pemerataan, setiap pembeli hanya dibatasi membeli sebanyak 1kg/item. Tak hanya itu sebagai bukti agar tidak terjadi pengulangan, pembeli yang sudah melakukan transaksi wajib mencelupkan jari kedalam tinta yang telah disediakan.

Rencananya kegiatan ini sendiri akan melibatkan 100-150 pelaku usaha. Menurut Agus Sutrisno, Pasar murah sembako ini diselenggarakan TPID Surakarta guna memenuhi kebutuhan lebaran dan kami berharap besok yang terlibat adalah distributor.

Selain menggelar pasar murah sembako, untuk menekan inflasi jelang lebaran Pemkot Surakarta juga akan kembali menggelar operasi pasar pada 21 Mei mendatang.

“Besok kami akan mengecek lagi apakah ada pergolakan, namun sejauh ini masih terjangkau semua. Bahkan ada gejala jika harga bawang merah dan bawang putih turun. Pada April kemarin memang masih mahal tapi sekarang sudah tidak,” terang Agus Sutrisno.

Agus juga mengatakan selain menggelar pasar murah sembako di lima kecamatan, TPID juga mengadakan Pasar Mirunggan Gotong Royong Bakdan Ning Solo Surakarta di halaman Balaikota pada tanggal 27-29 Mei yang bekerjasama dengan BUMN, BUMD, Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, serta dinas Tenaga Kerja.

“Di situ kami akan menjual komoditas yang diperlukan masyarakat dalam menyambut Idul Fitri serta yang berpengaruh pada angka inflasi seperti sembako dan LPG. Ada pula pakaian dan produk olahan lainnya.” (*)