Industri Kain Toletan Sukoharjo, Eksis ditengah Harga Dolar Tinggi

Industri Kain Toletan Sukoharjo, Eksis ditengah Harga Dolar Tinggi

11/05/2019
11/05/2019
Kain toletan sedang dipanasi di Dukuh

Reporter: Rosita Maya Purnamasari

MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Industri kain toletan yang terdapat di Dukuh Krajan, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, berkembang cukup baik, meski dibayangi harga dolar yang tinggi untuk pembelian bahan pendukung. Produksi kain yang nantinya dijual untuk keperluan bahan daster, mukena dan sarung pantai berasal dari kain toletan ini.

Industri kain toletan dijalankan oleh pelaku industri toletan dengan menggunakan dua cara yakni handmade dan sablon. Karyawan rumah industri kain toletan, Rina mengatakan metode handmade untuk produksi sarung pantai. Sedang metode sablon untuk produksi bahan daster dan mukena.

“Ini produksinya ada dua macam, yang dibelakang itu buat sarung pantai. Masih handmade manual dan pengerjaannya butuh sinar matahari yang cukup. Kalau yang sablon itu nanti mentok belok kiri. Itu nanti pengerjaannya sampai jam 8 malam,” kata Rina.

Dalam sehari rumah produksi toletan bisa menghasilkan 1500 meter kain toletan. Dan jika disangkutkan dengan kenaikan dollar terhadap rupiah yang paling mempengaruhi adalah di bagian pembelian bahan baku dan juga obat pewarna yang memang impor dari luar negeri.

“Ya dari bahan baku naik, itu pengaruh. Inikan materinya atau bahan kainya itu dari kapas.” ungkap Anis selaku pemilik dari rumah produksi kain toletan.

“Buat beli obat pewarnanya juga kan pakai dolar, belinya itu juga import jadi ya cukup mempengaruhi walau tidak terlalu signifikan, ” lanjut Anis.

Produk dari rumah industry toletan ini didistribusikan di wilayah lokal seperti Pasar Klewer, sampai nasional di Pasar Tanah Abang dan lainnya. Industri kain toletan ini menggunakan karyawan dari warga setempat. Sehingga dapat mengurangi pengangguran yang ada terutama di desa tersebut. (*)