Isu People Power 22 Mei, Din Syamsudin: Jadi Munkar Bila dengan Anarki

admin19/05/2019

Isu People Power 22 Mei, Din Syamsudin: Jadi Munkar Bila dengan Anarki

admin19/05/2019
Din Syamsudin

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, MALANG – Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015, Din Syamsudin mengatakan people power atau kekuatan rakyat adalah ekspresi demokrasi yang memperoleh jaminan dari konstitusi.

UUD 1945 menjamin kebebasan berpendapat. Cara itu sah dilakukan dan tidak boleh mendapat halangan karena siapa yang menghalangi bisa dinilai melanggar konstitusi.

“Saya mendukung people power selama tidak menempuh cara kekerasan apalagi terjebak kepada anarkisme. Menjadi kemunkaran apabila dilakukan dengan anarki,” tandas Din Syamsudin saat mengisi Kajian Ramadhan 1440 H. PWM Jawa Timur di Dome UMM, Ahad (19/5/19).

Terkait isu pengerahan massa pada Rabu tanggal 22 Mei 2019 mendatang, menurut Din Syamsudin, yang harus dihindari adalah konflik, benturan, perpecahan di antara bangsa ini, termasuk umat Islam.

Soal tuduhan adanya kecurangan KPU yang masih menjadi pembahasan  hangat saat ini, Din berpendapat cukup dengan verifikasi untuk menindaklanjutinya.

Dengan verifikasi itu berarti harus ada pembuktian. Jika dalam verifikasi itu terbukti tuduhan yang diarahkan ke KPU itu tidak benar berarti fitnah.

“Maka yang memimpin (pemerintah), akan mendapat fitnah berkepanjangan. Kalau benar dan dapat dibuktikan, maka harus diluruskan. Yang akan tampil (sebagai pemimpin) di atas kecurangan disebut musibah dan bangsa ini akan mengalami musibah berkepanjangan juga,” tandas Din

Din menilai, KPU harus bersikap konstitusional mengingat mereka adalah lembaga konstitusi. KPU memperoleh mandat dari konstitusi guna melaksanakan Pemilu secara luber, jurdil, transparan dan akuntabel.

“Maka kalau sampai tidak ada kejujuran, hasilnya, paling  tidak cacat konstitusional,”kata Din Syamsudin. (*)