Kerajinan Aquarium Tiup Solo Sudah Sampai Inggris dan China

15/05/2019

Kerajinan Aquarium Tiup Solo Sudah Sampai Inggris dan China

15/05/2019
Kerajinan Glass Blown

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Keunikan dari kerajinan kaca tiup ini adalah memiliki bentuk yang unik, dimana satu dengan yang lainnya tidak akan pernah memiliki bentuk yang sama.  Kerajinan kaca tiup ini dikerjakan Topa Cahyo Saputra. Anak muda kreatif ini mengaku menjadi pengrajin kaca tiup yang pertama di Solo.

“Saya kan tidak ada musuhnya, masih jualan seperti ini sendiri di Solo,” terang Topa saat ditemui mentari.news di pasar UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Surakarta, Sabtu (11/5/2019) malam.

Topa menceritakan kerajinan kaca ini mulai dirintisnya sejak 2016. Tetapi ia mengaku baru satu tahun dapat ijin di Solo. Ide kerajinan kaca tiup ini muncul ketika Topa sedang berlibur di Denpasar Bali. Saat itu, ia melihat ada pengrajin keterampilan kaca tiup (glass blowing) di Denpasar.

Topa berusaha belajar dan mulai memproduksinya sendiri hingga mahir. Bahan baku yang dipakai dengan memanfaatkan limbah. Kayu yang dipakai berasal dari limbah akar kopi, yang di ambil dari Blora dan Pati. Sedangkan kaca yang dipakai juga bekas daur ulang.  Sementara untuk bahan kacanya, masih ia proses dari Denpasar Bali.

“Material-material yang kita gunakan adalah limbah, kacanya dari limbah sisa-sisa, sedangkan kayu yang digunakan dari akar pohon kopi yang tidak terpakai, kemudian saya proses menyesuaikan akar kayu,” kata Topa.

Kerajinan kaca tiup (glass blown) yang diciptakan Topa Cahyo Saputra. (mentari.news)

Topa menceritakan pembuatan kaca ini dengan cara ditiup.  Ia memasukkan gulali panas pada kaca lalu ditiup menyesuaikan media akar kopi. Dikombinasikan dengan material akar kayu inilah yang memunculkan bentuk yang tak beraturan sehingga memberikan kesan yang lebih artistik.

Satu tahun menjalankan usaha di Solo. Topa mengaku telah memiliki pembeli tetap dari Inggris dan China.  Ia membandrol dengan harga jual mulai dari Rp 135.000 sampai Rp 800.000. Topa berhasil menarik pasar dengan harga jual yang ia sesuaikan.

“Alhamdulillah, kerajinan kaca tiup ini telah sukses di eksport ke Inggris dan China dan terus berlanjut sampai sekarang,”ujar Topa. (*)