Lanvia Souvenir, Pemasok Souvenir di Berbagai Kota di Indonesia

Lanvia Souvenir, Pemasok Souvenir di Berbagai Kota di Indonesia

15/05/2019
15/05/2019
Lanvia Souvenir.

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Berawal dari usaha sablon lantai di tahun 2010, Surya Harjono kemudian beralih ke usaha suvenir. Saat ini, Surya Harjono berhasil membesarkan usahanya yang diberi nama Lanvia Souvenir itu menjadi pemasok kepada pelaku usaha souvenir lainnya di berbagai kota di Indonesia.

Surya Harjono bercerita tahun 2012 beralih dari usaha sablon ke bisnis souvenir. Satu tahun berjalan, omset usaha souvenir dari Surya terus berkembang. Sampai saat ini, Surya telah menjadi pemasok dari 9 pelaku usaha yang mendistribusikan produk Lanvia Souvenir ke 15 toko di seluruh Indonesia.

Surya Harjono melalui Lanvia Souvenir menjadi salah satu pelaku UMKM Solo yang ikut Inacraft 2019 di Jakarta pada 24-28 April lalu. Omset yang didapat Lanvia Souvenir selama lima hari mengikuti pameran Inacraft 2019 mencapai Rp 9juta.  Surya mengaku tidak memperoleh pembeli luar negeri seperti halnya peserta Inacraft lainnya.

Namun, Surya Harjono mampu membuat kerja sama dengan lima pengusaha dari Jakarta, Malang serta Bali yang memintanya menjadi pemasok souvenir. Surya membandrol harga suvenir buatannya mulai dari Rp 5.000 – Rp 10.000 untuk setiap pernak pernik dengan background khas kota Solo tersebut.

 

Produk Lanvia Souvenir. (mentari.news)

“Sebenarnya tidak hanya khas Solo tapi menyesuaikan pesanan. Misalnya pesanan berasal dari Bali, background yang digunakan menyesuaikan dengan ciri khas kota Bali misalnya pantai Kutai,  tarian Bali ataupun yang menjadi ciri khas pulau tersebut. Jadi kita sesuaikan pesanan dengan ciri khas kotanya,”  kata Surya saat ditemui mentari.news, Sabtu (11/5/2019).

Dari mana Surya memperoleh konsep desain souvenirnya? Konsep design souvenir Surya diakuinya diperoleh dari Google. Lalu ia gambar ulang memakai software tertentu seperti photoshop dan software desain lainnya.

Bahan pokok yang digunakan Surya untuk membuat souvenir berasal dari limbah kayu mahoni dan limbah MDF, yakni daur ulang kayu dengan limbah semi kertas yang dipadatkan. Produksi Lanvia souvenir kepunyaan Surya Harjono berada ini Tinggen RT 01/ RW 04 Bentakan, Baki, Sukoharjo. Saat ini Surya memberdayakan 9 ibu-ibu tetangganya untuk memproduksi souvenir. (*)