Minimalkan Penukaran Uang Tak Resmi, BI Solo Gandeng Satpol PP

12/05/2019

Minimalkan Penukaran Uang Tak Resmi, BI Solo Gandeng Satpol PP

12/05/2019
Bakti Artanto

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO – Untuk meminimalkan  penukaran uang tidak resmi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi (SPPURLA) BI Solo, Bakti Artanta kepada wartawan.

“Seperti tahun lalu kami juga mengandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yakni Satpol PP untuk meminimalisir penukaran uang tidak resmi yang berada di pingir-pinggir jalan protokol,” kata Bakti.

Nantinya pihak BI dan Satpol PP akan membentuk tim yang akan melakukan pengawasan ke jalan-jalan protokol yang dinilai marak digunakan oknum tidak resmi menawarkan jasa penukaran uang.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut. Cara ini kami anggap efektif karena tahun lalu penukaran uang tak resmi ini jadi jauh berkurang dari tahun sebelumnya. Bagi mereka yang terjaring dilakukan pembinaan dan diberikan surat pembinaan. Kalau masih melakukan kegiatan yang sama pihak Satpol PP akan melakukan tindakan lebih tegas,” papar Bakti.

Ketika ditanya mengenai kesiapan penukaran uang yang rencananya akan dibuka pada Senin (13/5) besuk, Bakti mengatakan persiapannya sudah matang.

“Kami memang menargetkan tanggal 13 Mei jadi  awal penukaran uang dilakukan dan sampai saat ini kami masih memonitor kesiapan dari masing-masing perbankan atau pihak-pihak termasuk pegadaian, kantor pos, BPR, BPRS. Dan semuanya sudah siap,” kata Bakti.

Agar masyarakat mengetahui bank-bank serta tempat-tempat mana saja yang nelayani penukaran uang, pihaknya selalu menekankan kepada perbankan untuk memasang spanduk. “Karena itu menunjukkan bahwa bank-bank tersebut melayani penukaran uang,” ujar Bakti.

Kalau dari sisi modal, menurut Bakti, BI Solo akan memasok dalam minggu ini. “kami mulai meminta kepada pihak perbankan untuk menarik uang yang akan digunakan sebagai modal untuk penukaran. Jadi Insha Allah kami siap.”

Setelah dibuka pada Senin rencananya pada Selasa (14/5) akan dilakukan evaluasi. Bakti juga kembali mengingatkan mengenai  screening KTP itu seperti apa.

“Ada alamat yang dapat di download, di google drive. Kami juga sudah ingatkan teman-teman semuanya terkait masalah tinta. Persiapan semua sudah oke, perbankan oke. Spanduk sudah, modal juga sudah bisa mulai ditarik, dari sisi masyarakat seperti tinta dan KTP juga sudah siap,” terang Bakti. (*)