Omset Penjualan Kerajinan Gitar Mancasan Baki Naik 30%

15/05/2019

Omset Penjualan Kerajinan Gitar Mancasan Baki Naik 30%

15/05/2019
Kerajinan gitar_

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Daerah Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo terkenal sebagai sentra industri gitar. Di daerah ini sebagian besar warganya bekerja sebagai pengrajin gitar.

Salah satu pengrajin gitar yang ada di Desa Mancasan adalah Muqorobin yang telah menjalankan usaha berbasis keluarga sebagai pengrajin gitar sejak tahun 2011.

“Usaha membuat gitar ini sudah delapan tahun di tahun ini,” ungkap Muqorobin saat ditemui mentari.news di tempat usahanya yang berada di Dusun I RT 2 RW 6, Mancasan, Baki, Sukoharjo.

Anak muda yang kerap dipanggil Robin ini mengungkapkan bahwa usaha kerajinan gitar berupa pembuatan gitar akustik dan gitar elektrik.

Usaha kerajinan gitar yang dijalankan Robin merupakan usaha keluarga, tidak menggunakan tenaga kerja luar, namun menggunakan tenaga keluarga dekat.

“Disini tidak ada pekerja dari luar keluarga. Yang sedang mengamplas itu kakak saya. Yang diluar itu juga kakak saya dan yang dua bekerja di produksi di belakang rumah itu adik saya,” terang pria berusia 27 tahun itu.

Muqorobin  mengaku pernah mengikuti pameran UMKM di Sukoharjo. Pernah juga ditawari ikut pameran di daerah Kalimantan, Jawa Timur (Blitar) dan Sumatra (Jambi), namun tidak diambil Muqorobin karena kesibukan.

Sistem produksi yang dilakukan Muqorobin menggunakan cara pesan dulu baru diproduksi (delivery order), jadi bukan produksi dulu baru dijual. (ready stock).

Produk kerajinan gitar yang dibuat salah satu pengrajin di Desa Mancasan,Baki, Sukoharjo. (mentari.news)

“Harus pesan dulu baru nanti akan diproduksi sesuai antrian. Biasanya yang beli itu pemesan grosir. Sekitar 2 lusin sampai 3 lusin, dengan total pemesanan perbulan itu sekitar 300 sampai 500 gitar,” kata Robin.

Produk kerajinan gitar Muqorobin dan keluarganya sudah terdistribusi sampai ke Jawa Timur, Jakarta hingga luar Jawa seperti Sulawesi (Makasar) dan Kalimantan. Bahkan sudah tembus luar negeri seperti Singapura, Brunei serta Taiwan.

Diungkapkan Muqorobin,  pada lima bulan terakhir, (Januari-Mei 2019) penjualan gitar yang ia lakukan meningkat antara 20% sampai 30%, dengan  omset penjualan tiap bulan mencapai Rp 25 juta sampai Rp 30juta. (*)