Perajin Tenun Stagen Tradisional Khawatirkan Regenerasi

admin13/05/2019

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Stagen merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari kain tenun. Produksi stagen dilakukan sejak puluhan tahun lalu oleh para pengrajin.

Salah satunya adalah Jainatun, pengrajin tenun stagen manual dari Dukuh Blimbing, Desa Luwang, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Jainatun sudah memproduksi stagen sejak 43 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1975.

“Saya menjadi pengrajin tenun sejak masih gadis hingga sekarang.Waktu itu saya baru lulus sekolah langsung kerja,” ungkap Jainatun.

Salah satu karyawan Jainatun, Saryanti, juga sudah puluhan tahun bekerja sebagai pengrajin tenun. “Ya sudah lama. Sudah puluhan tahun, dari masih gadis saya sudah bekerjas ebagai pengrajin tenun,” papar Suryanti.

Jainatun menjelaskan tentang bagaimana proses tenun dari maret benang, ngletak dan ngekir atau menenun yang membutuhkan waktu satu hari lamanya. Dan dalam satu hari itu bisa menghasilkan 4 tenunan stagen dalam ukuran 4 meter perorang dan untuk tiga orang perharinya bisa 10 tenunan stagen.

Wanita berumur 64 tahun itu menjelaskan masalah yang ia hadapi dalam memproduksi stagen. Selain faktor kenaikan harga bahan tenun juga masalah SDM yang sudah mulai berkurang.

Banyak anak muda yang memilih bekerja di pabrik daripada menenun di rumah, sekaligus mengawasi anak-anak mereka bermain.

“Harga bahan tenun juga sudah naik. Dua bulan lalu harga 1 kilogram benang yang bagus bisa mencapa Rp 51 ribu. Harga 1 kilogram benang kualitas biasa bisa mencapai Rp 20ribu,” ujar Jainatun yang memiliki 3 karyawan yang membantunya memproduksi kain tenun stagen.

 

 

Saryanti, perajin tenun stagen yang bekerja ditempat Jainatun. (mentari.news)

Sementara untuk ongkos produksinya, Ibu lima anak itu menjelaskan, untuk kain tenun 8 meter biayanya Rp 5000, 00. Ongkos kain tenun 4 meter Rp 2500, maret 1 kilogram harganya Rp 5000, 00. Ngletek juga Rp 5000,00 sedangkan ngekir atau menenun sekitar Rp 15.000 per orang.

Jika jaman dulu Janiatun menjual hasil tenunannya berkeliling ke pasar dan sekitarnya, kini sudah lebih enak karena sudah ada pengepul tenun yang bisa setiap saat meminta untuk dikirim produk tenun stagen tersebut.

Harga tenun stagen milik Jainatun ini dihargai sekitar Rp. 9.500 untuk 1 stagen dan satu kodinya sekitar Rp. 195.000,00.

Di sisi lain, Jainatun menyampaikan kekhawatirannya terhadap produksi tenun stagen saat ini yang mungkin tidak akan berjalan lagi nantinya, karena sudah tidak ada yang meneruskan pekerjaan tersebut.

Anak-anak dan cucu Jainatun lebih memilih bekerja di pabrik dari pada melanjutkan usaha orang tuanya. (*)