Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

14/05/2019

Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

14/05/2019
Ilustasi Ramadhan

By: Arief Budiman

Waktu begitu cepat berjalan. Tidak terasa hari-hari pertama Ramadhan telah kita lalui. Pada 10 hari pertama ini Allah SWT mencurahkan rahmat kepada para hamba yang menunaikan ibadah puasa. Ibadah yang juga diwajibkan pada ummat terdahulu pada jaman nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW.

Bagi sebagian orang dan mungkin termasuk kita, bahwa pada 10 hari pertama puasa adalah hari yang berat. Karena seseorang harus melakukan adaptasi yaitu dari hari-hari yang “ bebas makan”  ke hari-hari yang harus menahan lapar dan dahaga. Mungkin ini fase yang cukup sulit, karena merupakan fase peralihan dari kondisi fisik yang normal ke pola baru yaitu tidak diperbolehkan makan dan minum sejak dari waktu subuh sampai waktuh magrib. Disinilah terjadi seleksi awal. Apakah 10 hari pertama ini seseorang tetap bertahan serta mampu mengatasi godaan jasmaniah, atau gagal dan lebih menuruti hawa nafsunya.

Ibadah puasa bukan saja ibadah jasmani, namun sekaligus pelatihan jiwa. Dalam 1 tahun sekali di bulan Ramadhan, seorang muslim wajib untuk menjalankan puasa.  Bulan Ramadhan ini waktu untuk “menghidupkan”  jiwa yang mungkin mengalami redup selama 11 bulan sebelumnya. Nur jiwa redup karena tertindih oleh hawa nafsu di kehidupan keseharian. Nur itu tidak mampu menyala terang menyinari. Sehingga seseorang berjalan dalam cahaya yang remang-remang. Ia sulit melihat mana putih mana hitam. Yang tampak adalah warna abu-abu. Penglihatan hati menjadi kurang jelas disebabkan cahaya nur seperti kelap-kelip api lilin.

Allah SWT dan Rasulnya sangat memahami bahwa manusia adalah tempat lupa dan khilaf. Bahwa manusia juga banyak kelemahan. Melalui kwajiban berpuasa Ramadhan ini, kaum muslimin dituntut untuk menghidupkan kembali nur jiwa yang redup, agar kembali terang memberi sinar dalam perjalanan hidup.

Dalam 10 hari pertama ini, Allah mencurahkan rahmat kepada para hamba Nya yang bersemangat untuk menghidupkan jiwanya, agar kuat dan memiliki energi sehingga tidak mudah dikendalikan oleh kemauan hawa nafsu.

Perjalanan masih dua etape lagi. Semoga pada 10 hari pertama Ramadhan ini kita mampu mengikuti ketetapan peraturan dengan benar. Kita juga mampu menghidupkan kembali nur jiwa dan berhasil memimpin hawa nafsu.