Tetap Berkarya, Pengrajin Wayang di Desa Sonorejo Sukoharjo

11/05/2019

Tetap Berkarya, Pengrajin Wayang di Desa Sonorejo Sukoharjo

11/05/2019
Mulyono, pengrajin wayang di Desa Sonorejo

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Para pengrajin wayang di Desa Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo masih eksis sampai saat ini. Mereka masih menggunakan kerajinan ukir wayang maupun kaligrafi menjadi salah satu sumber mata pencaharian mereka.

Mulyono, salah seorang pengrajin wayang sekaligus ketua Paguyuban Tatah Sungging Sonorejo mengatakan, masih banyak yang menekuni pembuatan wayang di Desa Sonorejo. Namun di sisi lain banyak juga anak muda yang tidak mau mencoba belajar untuk pembuatan wayang.

“Di sini masih banyak, kalau di kelompok saya itu sekitar 20 orang yang natah atau ngukir itu 10 orang. Tapi ya itu, untuk ngajak anak muda saat ini itu sulit. banyak yang setelah SMA memilih kerja di pabrik,” ungkap Mulyono.

Mulyono mengungkapkan bahwa sudah pernah mengajak anak muda di sekitarnya untuk berpartisipasi dalam pembuatan wayang, namun upaya tersebut masih gagal.

“Sudah pernah mengajak yang muda-muda itu tapi tetap sulit karena lebih senang main handphone atau atau lihat televisi,” kata Mulyono.

Dari sisi ekonomi, penjualan wayang ukir saat ini stabil karena proses pengerjaannya juga yang membutuhkan waktu yang lama.

“Proses pembuatan ya bisa dua pekan mulai dari natah sampai pewarnaan.” kata Sunyioto Wiyono, salah seorang pengrajin wayang Desa Sonorejo.

Adanya harga dolar yang tinggi saat ini belum sepenuhnya mempengaruhi harga wayang ukir karena bahan baku utama bukanlah bahan impor melainkan masih di dalam negeri.

“Ya kalau dibanding dengan harga dolar sekarang ini tidak terlalu mempengaruhi, cuman ya ada satu bahan baku yang dari taiwan mungkin. Ini harga naik, tapi tidak sampai melonjak banget,” tutur Mulyono. (*)