Usaha Rintisan Warung Kopi Saba Gemolong

admin14/05/2019

Usaha Rintisan Warung Kopi Saba Gemolong

admin14/05/2019
Warung Kopi Saba Gemolong

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SRAGEN – Keberadaan warung kopi dalam beberapa tahun terakhir menjadi populer di tengah masyarakat. Warung kopi tidak hanya berada di kota-kota besar tapi juga merambah ke kecamatan.

“Saba kopi menyediakan beragam menu kopi dan non kopi,” terang pemilik Saba Kopi Gemolong, Ahmad Gufron.

Menurut Ahmad Gufron, awalnya ia tidak pernah berfikir membuat warung kopi. Kemudian ia membuka warung kopi karena salah satu anggota keluarganya bekerja sebagai petani kopi di daerah Palembang.

Kopi yang digunakan di Saba Kopi Gemolong ini berjenis kopi robusta yang didatangkan Ahmad Gufron langsung dari Palembang.

Untuk menyajikan kopi kepada pembeli, Ahmad Ghufron memilih memasak kopi sendiri dan diolah secara manual.

“Tujuannya untuk menentukan dan menjamin kualitas kopi itu sendiri,” Ahmad Gufron memberi alasan.

Saba Kopi yang beralokasi di Dusun III, Kwangen, Gemolong, Sragen itu mulai beroperasi pukul 17.00 WIB. Ahmad Gufron menghadirkan Saba Kopi sebagai warung kopi yang kuat dengan nuansa etnis.

Meskipun kopi Robusta Palembang adalah kopi yang  khas di warungnya, tetapi Gufron memutuskan untuk tidak menyediakan menu favorit dari jenis kopi tertentu di warung kopi miliknya itu.

Alasan Ahmad Gufron adalah agar lebih banyak varian kopi di warung yang ia kelola itu. Di Saba Kopi Gemolong ini tersedia berbagai kopi dari seluruh nusantara yang disediakan secara bergantian.

Ini menjadi modal untuk memanjakan penikmat kopi yang datang ke Saba Kopi terus menjelajah dan memanjakan lidah pecinta kopi.

Mematok harga jual mulai dari 7000-15.000/cup. Ini menjadikan Saba Kopi beda dengan warung kopi yang lain dari sisi harga. Ghufron memilih untuk meminimalisir keuntungan, karena disebutnya usaha ini masih dalam tahap merintis.

Sehingga Ahmad Gufron pun memutuskan untuk tidak mengambil untung yang cukup banyak. Terlebih usaha ini masih dijalankan secara pribadi. “Belum untuk membayar karyawan dan lain lain,” terang Ahmad Gufron. (*)