BUMDes Jatingarang Weru Garap Wisata Air Terjun Cerug Pleret Watukelir

BUMDes Jatingarang Weru Garap Wisata Air Terjun Cerug Pleret Watukelir

Wisata air Cerug Pleret Watukelir

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – BUMDes Jatingarang Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo sejak tahun 2017 serius mengelola wisata air yang berada di Dukuh Kedungdowo, Desa Jatingarang berupa air terjun alami Cerug Pleret Watukelir. Penambahan fasilitas sarana wisata pun dilakukan.

Keberadaan air terjun Cerug Pleret Watukelir sebenarnya sudah ada sejak dulu. Potensi wisata tersebut baru dikelola sekitar 2 tahun ini setelah adanya BUMDes Jatingarang serta pendanaan dari investor.

Pada awal Januari 2019, pengelola wisata air terjun Cerug Pleret Watukelir memberi fasilitas wisata berupa kolam renang untuk dewasa dan anak-anak untuk mengembangkan keberadaan wisata air tersebut.

Pengelola harian wisata Cerug Pleret Watukelir, Sagimin, mengungkapkan, saat hari H dan  H+1 Lebaran pengunjung masih sepi. Namun setelah itu, pengunjung mulai ramai sehingga pendapatan yang diperoleh pengelola meningkat dari hari biasanya.

“Sekitar 400 ribu sampai dengan dengan 500 ribu rupiah,” ungkap Sagimin soal pendapatan yang diperoleh setelah dua hari Lebaran.

Naiknya pendapatan tersebut didorong oleh sejumlah acara pendukung seperti lomba memancing dan pentas musik dangdut.

 

Jalan masuk (akses) menuju lokasi wisata air terjun Cerug Pleret Watukelir. (mentari.news)

Harga tiket

Pengelola wisata air terjun Cerug Pleret Watukelilr membuat harga tiket masuk sangat murah, yaitu Rp.3.000,00. Harga tiket tersebut dibuat pada awalnya untuk menarik masyarakat sekitar tempat wisata.

“Juga untuk menarik perhatian masyarakat kalangan bawah. Khusus untuk area air terjun belum dikenakan tiket masuk,” ujar Sukasdi, pengelola BUMDes Jatingarang.

Sementara untuk jumlah pengunjung pada hari biasa sekitar 30-50 orang. Pada saat akhir pekan dan apabila ada acara khusus di lokasi wisata, jumlah pengunjung bisa bertambah menjadi 100 pengunjung lebih.

Sukasdi mengungkapkan, ke depan, sudah ada rencana untuk menambah beberapa fasilitas wisata air terjun Cerug Pleret Watukelir. Salah satunya adalah wahana flying fox. Namun memang diakui Sukasdi semua rencana tersebut memerlukan proses.

“ini kan masih berproses agar bisa berkembang dan lebih baik lagi,” kata Sukasdi.

Ditambahkan Sukasdi, untuk menghidupkan wisata air Cerug Pleret Watukelir ini, dana desa dan pendanaan dari investor yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 200 juta. Dana tersebut terutama digunakan untuk pembuatan jalan alternatif menuju lokasi air terjun, pembangunan jembatan serta pengadaan alat-alat permainan. (*)