Dampak Ekonomi Banyaknya Peziarah Makam Saat Lebaran

admin08/06/2019

Dampak Ekonomi Banyaknya Peziarah Makam Saat Lebaran

admin08/06/2019
H+2 Makam Pracimaloyo

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Lebaran dijadikan kesempatan masyarakat berziarah ke makam mengunjungi saudara atau orang tua yang telah meninggal dunia. Bagi penjaga makam, penyedia jasa kebersihan makam musiman, saat inilah waktunya memperoleh dampak ekonomi signifikan

Sejak hari raya Idul Fitri 1440 H pada tanggal 5 Juni hingga H+2, ratusan warga melakukan ziarah ke makam Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura.

Banyaknya masyarakat yang berziarah tersebut, memberi dampak positif terhadap meningkatnya pendapatan para penjaga makam, penyedia jasa layanan kebersihan makam hingga tukang parkir makam.

Salah satu penjaga tetap sekaligus penyedia jasa layanan kebersihan makam Pracimaloyo, Kabul, mengatakan, peningkatan pengunjung mulai memuncak dari H lebaran sampai dengan H+2 lebaran.

Diakui Kabul, mulai hari H sampai H+2 Lebaran, ia bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp 5juta. “Ini sudah lumayan sepi, ramai saat hari H yang lalu,” kata Kabul.

Di luar Lebaran, pendapatan Kabul dan teman-temannya sesama penjaga makam tidak menentu. Ada yang sebulan sekali baru dapat uang. Bahkan ada yang setahun sekali baru dapat penghasilan.

“Untuk pendapatan tiap bulan tidak menentu, ada yang memberi Rp 250 ribu ada yang Rp 300 ribu. Itu pun di berikan saat pihak keluarga berkunjung ke makam,” ungkap Kabul.

 

Kabul, salah satu penjaga dan penyedia jasa kebersihan makam Pracimaloyo, Makamhaji. (mentari.news)

Peziarah di makam Pracimaloyo, Susan, mengatakan, pemberian uang kepada para penjaga terutama penjaga musiman diberikan secara suka rela dan seikhlasnya.

Hal yang sama disampaikan, Rudi, warga asli Jakarta yang berkunjung ke makam mertuanya mengatakan ziarah yang ia lakukan sekali dalam setahun itu juga hanya memberikan seiklasnya pada para penjaga.

“Kita kan cuma sekali dalam setahun, waktu momen lebaran ini ziarah ke makam mertua. Tidak pernah memberikan perbulannya. Seikhlasnya, ya kira-kira Rp 50 ribu sampai dengan Rp100 ribu,” jelas Rudi.

Sedangkan bagi para tukang parkir, hari pertana Lebaran bisa menangguk banyak rejeki. Mereka bisa memperoleh pendapatan Rp 700 ribu.

“Di hari pertama lebaran bisa sampai  Rp 750 ribu, hari ke dua Rp 400 ribu dan hari ketiga ini baru sampai Rp 150 ribu,” kata Pak Mul, salah seorang tukang parkir makam Pracimoloyo, Makamhaji, Kartasura. (*)