Harga Avtur Mahal Dibalik Sepinya Penumpang Pesawat Karena Harga Tiket Mahal

admin11/06/2019

Harga Avtur Mahal Dibalik Sepinya Penumpang Pesawat Karena Harga Tiket Mahal

admin11/06/2019
Ilustrasi pesawat

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO- Jumlah pemudik yang memanfaatkan moda transportasi pesawat terbang tahun ini mengalami  penurunan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Dari data monitoring lebaran 2019 memperlihatkan pada lebaran H+3 Bandara Adi Soemarmo mengalami penurunan jumlah penumpang tujuan domestik. Jika pada tahun 2018 kedatangan mencapai 4.947 orang maka tahun ini hanya 2.088 orang. Sedang untuk keberangkatan hanya 4.361 orang jauh dari tahun lalu yang mencapai 7.610 orang.

Melihat realita yang ada, pakar ekonomi dari Universitas Muhammadiya Surakarta (UMS), Anton Agus Setyawan, mengatakan, penurunan jumlah penumpang pesawat tahun ini akan berdampak pula pada maskapai penerbangan yang ada.

“Dalam tiga bulan ke depan laporan keuangan maskapai penerbangan pasti menunjukkan kerugian,” kata Anton Agus Setyawan kepada Mentari.news,Selasa (11/6).

Lebih lanjut Anton mengatakan penurunan jumlah penumpang pesawat yang terjadi saat ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kenaikan harga yang disebabkan oleh harga avtur yang juga naik.

“Adanya tol juga memberikan pengaruh. Angkutan darat juga harga murah dengan waktu tempuh yang cepat juga,” lanjut kandidat guru besar UMS tersebut.

Ketika ditanya mengenai bagaimana cara mengembalikan eksistensi pesawat, Anton mengatakan pemilik maskapai perlu melakukan beberapa pembenahan,

“Kalau  penerbangan murah seperti dulu, nampaknya susah, tetapi maskapai bisa meningkatkan atau menambah layanan saat penerbangan, misalnya dengan tambahan makanan atau layanan musik dan hiburan selama penerbangan. Namun tentu tergantung pada perubahan struktur biaya dari maskapai penerbangan.”

Disinggung mengenai wacana presiden Joko Widodo terkait kebijakan bagi maskapai asing untuk dapat masuk ke Indonesia, Anton mengaku sah-sah saja dilakukan asalkan tetap ada aturannya.

“Untuk rute-rute tertentu saya rasa tidak apa-apa tapi untuk rute yang sudah mapan dan dikuasai maskapai nasional ya harus dilindungi, artinya masuknya maskapai asing adalah dengan semangat menumbuhkan kompetisi bisnis yang sehat,” terang Anton.(*)