Kerajinan Bambu dan Kayu Solo Tembus Pasar Eropa

Kerajinan Bambu dan Kayu Solo Tembus Pasar Eropa

stand kerajinan bambu dan kayu di UKM Expo 2019

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI,NEWS, SOLO-Produk kerajinan bambu dan kayu produksi Emanuella Craft dari Danukusuman ikut meramaikan gelaran Usaha Kecil Menengah (UKM) Expo 2019 yang digelar Rabu hingga Sabtu, (12-15/6) di Solo Paragon Mall.

Produk dari Emanuella Craft sendiri saat ini sudah menembus pasar internasional, terutama Eropa. Produk yang dipamerkan di UKM Expo 2019 juga merupakan produk ekspor dari Emanuella Craft.

“Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa ada produk seperti ini di Solo. Jadi tujuan utama kami adalah untuk edukasi,” kata pemilik Imanuella Craft, Novi Ekawati kepada wartawan.

Novi menyebutkan produknya mulai dipasarkan di pasar ekspor sejak 2013 lalu. Namun mulai fokus untuk menggarap pasar ekspor mulai 2017.

Selain Emanuella Craft, stand yang memamerkan produk kerajinan lainnya adalah Lukisan Grajen Kayu dari Gilingan Disebut lukisan grajen karena proses pewarnaannya yang memggunakan taburan serbuk grajen. Lukisan tersebut dibuat oleh Sutrisno, warga Nayu Timur, RT 004/RW 018, Nusukan.

Ada banyak lukisan yang ditampilkan Sutrisno dalam pameran tersebut. Selain lukisan wajah tokoh terkenal, dia juga melukis obyek lain seperti bunga, pemandangan dan sebagainya. Saat ini lukisan grajen kayu juga telah dipesan dari berbagai daerah.

“Saat ini yang rutin memesan ada dari Manado dan Jakarta. Biasanya untuk souvenir maupun untuk interior,” terang Sutrisnno saat ditemui di lokasi pameran.

Produk yang ditampilkan dalam acara ini pun beragam. Mulai dari batik, lurik, kerajinan dan sebagainya yang berasal dari seluruh kelurahan yang ada di Kota Solo.

Menurut panitia pelaksana kegiatan, Daryono, melalui UKM Ekspo, pihaknya ingin menunjukkan bahwa Solo memiliki banyak potensi yang menarik.

“Banyak potensi, tapi mungkin banyak juga yang belum tahu. Jadi kegiatan tersebut dikonsep untuk mengenalkan potensi di setiap kelurahan,” kata Daryono.

Pada pameran yang dihelat selama empat hari tersebut total ada 52 stan dalam pameran, sementara 45 stan di antaranya merupakan stan UKM unggulan dari masing-masing kelurahan di Kota Solo. (*)