Kerajinan Bambu Ukir Karang Taruna Desa Tanjung Hadapi Masalah Pemasaran

Kerajinan Bambu Ukir Karang Taruna Desa Tanjung Hadapi Masalah Pemasaran

Bambu ukir

Reporter : Rosita Maya Purnamasari

MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Di rintis sejak Desember 2018 lalu, kerajinan bambu ukir karya karang taruna Jasa Peta Duta Unit Satu Dukuh Jarak Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, sebenarnya menampakkan optimisme.

Sayang setelah 6 bulan berjalan, karya bambu ukir Karang taruna Jasa Peta Duta memperlihatkan perkembangan yang menurun.

Betapa tidak, kerajinan bambu ukir yang  memanfaatkan bambu wulung yang ada disekitar desa serta limbah kayu sebagai bingkai, sejak berdiri mampu memasarkan 40 dari 50 sketsa yang diproduksi.

Produk bambu ukir tersebut didistribusikan kepada pembeli di sejumlah daerah di Indonesia seperti Soloraya, Bandung dan Cikarang (Bekasi)  di Jawa Barat serta Jawa Timur.

Sayangnya, memasuki pertengahan tahun, produksi bambu ukir karang taruna Jasa Peta Duta mengalami penurunan sangat drastis, mencapai 70%.

“Untuk penurunan saat ini telah mencapai hampir 70%, terutama setelah lebaran kemarin yang hanya ada satu pemesan,” ujar Arif Widiyanto, mantan Ketua Karang Taruna Jasa Peta Duta Unit Satu kepada mentari.news, Se

Diterangkan Arif, penjualan bambu ukir dilakukan melalui sistem online berupa aplikasi media social Instagram dan marketplace OLX.

Penjualan juga dilakukan secara offline melalui sejumlah kenalan Arif  dengan sistem pre-order atau custom, sesuai dengan keinginan pembeli.

Sedang satu pesanan yang ada sejak Lebaran ini terjadi melalui aplikasi media sosial Whatsapp.

Arif sendiri juga tidak tinggal diam untuk membantu penjualan bambu ukir buatan rekan-rekannya di karang taruna Jasa Peta Duta Unit Satu ini.

“Selain itu, saya kan kebetulan juga kerja di Sritex jadi disana pun saya juga menawarkan produk bambu ukir ini kepada teman-teman kerja,” papar Arif kepada mentari.news, Minggu (22/6/2019).

Pembuatan kerajinan bambu ukir

Proses pembuatan bambu ukir karya karang taruna  Jasa Peta Duta Unit Satu dilakukan sekitar 2 sampai 3 hari tergantung dari tingkat kesulitan sketsa pada bambu yang dibuat.

Seksi Pengrajin Karang Taruna Peta Duta Menurut pengakuan dari Ahmad Hakim, mengatakan, pekerjaan yang paling sulit dari pembuatan bambu ukir ini pada proses pembuatan sketsa wajah yang diaplikasikan ke bambu yang sebenarnya lebih mudah untuk diukit yaitu bambu wulung hitam.

“Sebelumnya kita harus membuat sketsa dari foto yang dikirim pemesan lalu dijadikan vector agar dapat mencari letak gradasi warna hitam putihnya. Selain itu, saat proses mengukir yang harus berhati-hati,” terang Ahmad mengenai proses pembuatan visualisasi gambar pada bambu sebagai media ukir.

Harga yang dipatok dari kerajinan bambu ukir ini mulai dari harga Rp 100 ribu sampai Rp 130 ribu dengan rata-rata ukuran produk kerajinannya panjang  50cm dan lebar 35 cm.

Soal  harga produk kerajinan bambu ukir ini, dibedakan berdasarkan besar barang, detail ukiran barang dan tingkat kesulitan saat pembuatan produknya.

Menurut Arif, hasil penjualan kerajinan bambu ukir ini dibagi dua, satu untuk kas karang taruna sebesar 20% dan selebihnya untuk dana operasional. Soal operasional inipun, diakui Arif, pihaknya juga kekurangan.

Agar memperoleh dana operasiona, karang taruna mengajukan proposal bantuan dana kepada Pemdes Tanjung dan sejumlah institusi.

“Semoga saja bantuan yang kami harapkan bisa segera cair agar para pemuda tetap bisa berkarya dan juga membantu sisi ekonomi mereka,” kata Arif. (*)