Kreasi Lilin Es Krim dan Cup Cake dari Griya Lilin Solo

Kreasi Lilin Es Krim dan Cup Cake dari Griya Lilin Solo

Griya Lilin Solo_

Reporter: Novia Tri Astuti
MENTARI.NEWS, SOLO – Usaha industri rumahan (homemade) griya Lilin Solo ini dimulai sejak tahun 2004. Sempat vakum karena ada  kepentingan keluarga dari sang pemilik, usaha ini kembali diteruskan pada tahun 2009.

Diterangkan oleh Rani Misdianti, salah satu karyawan Griya Lilin Solo, lilin unik yang di bentuk menyerupai makanan, seperti es krim dan cup cake ini menjadi daya tarik bagi komsumen yang menyukai berbagai bentuk unik.

Griya Lilin Solo memulai mengembangkan bisnisnya melalui sosial media,  dan memiliki pasar offline di night market ngarsopuro.

Dikatakan oleh Rani, Ekky selaku owner dari Griya Lilin Solo tersebut,  telah memgembangkan bisnis Griya Lilin Solo bersama 5 karyawan dari lingkungan sekitar.

 

Stand Griya Lilin Solo pada gelaran UKM Expo di atrium Solo Paragon Mall. (mentari.news)

“Tujuan awal dari usaha rumahan ini awalnya dibentuk untuk memberdayakan lingkungan sekitar, ” terang Rani saat ditemui di Pameran Produk Unggulan Kelurahan Surakarta atau UKM Expo 2019 di atrium Solo Paragon Mall, Kamis (13/6/2019).

“Dan tidak hanya lilin mbak Ekky juga membuat berbagai kerajinan dari limbah daur ulang,  untuk di jadikan berbagai macam barang yang bernilai jual, ” tambahnya.

Penjualan dari media sosil sangat memberi efek dan respon yang baik untuk griya lilin Solo.

“Respon di media sosial sangat baik, Pemesanan terbanyak biasanya dari online.  dan saat ini Griya Lilin Solo sedang mengerjakan pesanan kurang lebih 100 item, ” Terang Rani.

Lilin lilin unik ini dijual mulai dari harga Rp 5 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tidak hanya jenis lilin dami (lilin bentuk makanan), Griya lilin Solo juga membuat berbagai macam lililn lain seperti lilin aroma terapi dan lilin cair. Berbagai kreasi lilin ini dapat menempati dua fungsi sebagai aksesoris pajangan maupun penerangan. (*)