Mahasiswa FKIP UMS Ciptakan Media Pembelajaran Matematika dari Benang Lawe

admin01/06/2019

Mahasiswa FKIP UMS Ciptakan Media Pembelajaran Matematika dari Benang Lawe

admin01/06/2019
Nizar Setya Graha

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Limbah benang lawe merupakan satu jenis limbah yang paling banyak dihasilkan oleh pabrik tekstil.Limbah ini biasanya dibeli dari pabrik tekstil besar. Limbah benang lawe ini sering dijumpai di daerah Klaten, Jawa Tengah.

Biasanya, masyarakat sekitar hanya memanfaatkan limbah tersebut dengan cara dibersihkan kemudian dijual kembali dalam bentuk benang. Hal ini tentu sangat disayangkan karena sebenarnya limbah benang lawe ini dapat dimanfaatkan untuk membuat sesuatu dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Masalah ini mendorong lima mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Fakultas FKIP UMS membuat inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dari limbah benang lawe berupa media pembelajaran matematika yang diberi nama “SIMBAH LAWE: Snake Game dari Limbah Benang Lawe”.

Lima mahasiswa tersebut adalah Nizar Setya Graha, Atik Mustikaningrum, dan Diesma Werdina Iswandari dari angkatan 2016, Mufti Khoirunnisa’, dan Ahmad Zulfakar dari angkatan 2017. Mereka dibawah  bimbingan Ibu Nida Sri Utami, S.Si, M.Sc.

 

Produk media pembelajaran SIMBAH Lawe (Snake Game dari Limbah Benang Lawe). (dok peneliti)

Nizar Setya Graha menjelaskan proses pembuatan media pembelajaran SIMBAH LAWE ini dimulai dengan pembersihan dan pewarnaan benang lawe. Pertama, benang lawe yang sudah diambil lalu dibersihkan kemudian dilakukan pewarnaan dengan cara direbus menggunakan pewarna tekstil.

Perebusan ini memiliki tujuan untuk membunuh kuman dari benang tersebut agar aman digunakan oleh anak didik. Benang lawe ini diwarnai dengan 12 macam warna yang berbeda. Hal ini karena setiap warna mewakili bilangan tersendiri.

Setelah benang diberi warna, lalu benang dililit sehingga menjadi manik-manik berbentuk bulatan kecil dan dirangkai menjadi bilangan tertentu dengan menggunakan kawat. Setiap rangkaian terdiri dari manik-manik dengan warna yang sama. Setiap bilangan 1-10 dibuat menjadi 5 rangkaian kawat.

“Kami cukup kewalahan dengan pembuatan manik-maniknya karena setiap 1 kemasan produk kami membutuhkan setidaknya 420 buah manik dari benang lawe. Apalagi kan ini homemade, jadi pengerjaannya lumayan lama dan bentuknya pun berbeda-beda tapi unik,sesuai dengan mood pembuat, ” terang Nizar, Sabtu (1/6/2019).

Media pembelajaran Snake Game ini diperuntukkan bagi anak umur 3-9 tahun untuk mempermudah dalam pembelajaran materi operasi bilangan.

“Media pembelajaran Simbah Lawe ini merupakan inovasi pembelajaran anak yang sedang dalam tahap belajar berhitung. Kami berharap Snake Game ini dapat meningkatkan kreativitas dan keaktifan siswa dalam pembelajaran operasi bilangan,” kata Nizar.

Nizar menambahkan, penggunaan Snake Game ini memerlukan pengawasan dari orang tua/wali karena memang petunjuk penggunaan tersaji dalam bentuk tulisan yang belum dipahami anak-anak.

Produk media pembelajaran SIMBAH LAWE. (dok.peneliti)

Dipasarkan onilne

Ternyata, media pembelajaran matematika SIMBAH LAWE  sudah dipasarkan secara pre-order melalui berbagai media online seperti instagram, bukalapak dan shopee oleh Nizar dkk. Alasan memasarkan secara pre order karena mereka semua masih berstatus mahasiswa dengan jadwal kuliah berbeda-beda.

“Sehingga penjualan kita lakukan dengan pre-order. Karena home made juga sih, jadi pembuatan produk membutuhkan waktu yang lumayan lama. Untuk pemasaran kita fokuskan lewat online, melihat masyarakat yang saat ini lebih melek teknologi. Toh sekarang juga apa-apa lewat online, jadi pasar bisa lebih luas ke seluruh Indonesia,” imbuh Nizar.

Media pembelajaran matematika SIMBAH LAWE (Snake Game dari Limbah Benang Lawe) karya Nizar dkk berhasil menembus seleksi Program Kreatifitas Mahasiswa dan menerima dana hibat penelitian dari Kemenristekdikti. Nizar dkk berharap media pembelajaran SIMBAH LAWE berhasil menembus PIMNAS 2019 di Bali pada Agustus mendatang. (*)Si