Mahasiswa PKM UMS Ciptakan Powerbank dari Tekanan Jari

Pujoko26/06/2019

Mahasiswa PKM UMS Ciptakan Powerbank dari Tekanan Jari

Pujoko26/06/2019
HAPPIe_

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Tiga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menciptakan Handy Portable Battery with Piezoelectric (HAPPIE) dengan sistem sumber daya listrik dimana  pengisinya berupa energi mekanik berasal dari tekanan jari pada plat piezolectric.

Sistem idari cara kerja seperti ini bisa menghemat energi listrik yang dikeluarkan dari terminal listrik rumahan serta efektif digunakan ketika sedang melakukan kegiatan luar ruang.

Alat tersebut memiliki cara kerja yang sederhana, yaitu menggunakan tekanan jari pada plat Piezolectric. Apabila tekanan jari ini dilakukan makin sering,  maka akan semakin bertambah pula daya listrik yang disimpan dalam powerbank. Daya listrik yang disimpan tersebut kemudian digunakan pengisi daya baterai handphone.

Tiga mahasiswa tersebut adalah Muhamad Ibnu Yasyak serta Reggya Mayang Ratih dari Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik UMS serta  Hijiril Nugroha dari Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS.

 

Visualisasi HAPPIE. (tim peneliti)

Ketiganya bergabung dalam satu tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) UMS yang proposal penelitian mereka tentang Powebank berdaya mekanik dari jari tangan tersebut.

Cara kerja

 

Keterangan tertulis kepada mentari.news, Rabu (26/6/2019) dari Muhammad Ibnu Yasyak dkk ini, diterangkan ara kerja dari HAPPIE.

HAPPIE ini dilengkapi dengan converter boost DC-DC XL 6009 sebagai modul step up atau penaik tegangan serta sebagai regulator untuk menyesuaikan tegangan dari plat piezoelectric.

Secara garis besar alat ini tersusun atas komponen plat piezoelectric, rangkaian penyearah (dioda bridge dan kapasitor), baterai, dan modul step up DC-DC XL6009. Pada alat sederhana ini besaran output yang dihasilkan lumayan kecil dan cukup untuk satu kali pengisian daya baterai handphone.

Alat ini dapat terus disempurnakan dengan tujuan agar manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat.