MOLEGI, Media Edukasi Kesehatan Gigi & Mulut Berbasis Permainan Mahasiswa FKG UMS  

admin05/06/2019

MOLEGI, Media Edukasi Kesehatan Gigi & Mulut Berbasis Permainan Mahasiswa FKG UMS  

admin05/06/2019
TIm pene;litinMOlegi

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menciptakan permainan alternatif penyuluhan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang diberi nama MOLEGI.

Para mahasiswa tersebut adalah Amelia Rizky Hutami,sebagai ketua tim, Nindya Mayaningtyas Dewi, Nur Rohman Setiawan dan Nanda Anggita Permata Putri dengan dosen pembimbing drg. Septriyani Kaswindarti, Sp. KGA.

MOLEGI ini adalah produk dari Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kedokteran Gigi UMS, yang lolos seleksi dan memperoleh dana hibah dari Kemenristekdikti.

Tim  PKM FKG UMS ini  berharap hasil penelitian yang telah dipraktekkan sebagai alat metoe belajar oleh tim mahasiswa FKG UMS tersebut di SD Negeri Bumi 1, Penumping, Surakarta, pada Rabu (2/5/2019) dapat menembus persaingan lolos ke PIMNAS 2019.

Amelia Rizky Hutami menerangkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah imbas dari minimnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Selain itu,tak jarang ditemui anak takut dengan dokter gigi dan takut dilakukan perawatan gigi.

Oleh karena itu, wawasan mengenai kesehatan gigi dan mulut memang harus dikenalkan sejak usia dini, agar kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masyarakat meningkat.

“Hal tersebut yang kemudian melatar belakangi kami untuk membuat media edukasi alternative berupa permainan monopoli puzzle kesehatan gigi yang disingkat MOLEGI, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, khususnya pada anak-anak mengenai kesehatan gigi dan mulut,” terang Amelia.

Tidak bisa dipungkiri,dalam proses edukasi, anak-anak seringkali merasa cepat jenuh dan bosan bila harus mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan tanpa ada interaksi antara pemateri dan anak-anak.

 

Praktek penggunaan Motegi di lingjkungan sekoloah termasuk di SD Negeri Bumi 1, Penumping, Surakarta, pada Rabu (2/5/2019) . (dok.tim peneliti)

Maka dari itu, dengan adanya MOLEGI anak-anak bisa menikmati permainan dan secara tidak sadar mereka telah belajar banyak hal mengenai kesehatan gigi dan mulut. Karena banyak pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut yang sudah terangkum dalam permainan Molegi tersebut..

Apa ‘MOLEGI’ itu ?

Lalu media penyuluhan edukasi kesehatan gigi dan mulut sepert apa Molegi itu?  MOLEGI adalah singkatan dari Monopoli Puzzle Kesehatan Gigi, sebuah permainan yang mempunyai keunikan karena mengkombinasikan dua permainan menjadi satu, yaitu permainan monopoli dan puzzle.

Tidak sampai disitu saja, puzzle yang biasanya disusun dengan cara mencocokan bentuk potongan dari bangunan puzzlenya. Berbeda halnya dengan molegi ini, karena puzzle harus disusun dengan memecahkan teka-teki berupa pertanyaan yang ada dibalik bangunan puzzle untuk dicocokan dengan jawaban yang sudah tertempel diatas papan puzzle.

Jika puzzle sudah tersusun dengan benar, akan terbentuk papan permainan monopoli dan barulah anak anak dapat bermain permainan monopoli, yang tentunya konten dari pertanyaan puzzle dan konten permainan monopoli adalah seputar kesehatan gigi dan mulut,” Ujar Nindya.

Dalam molegi ini, anak-anak dikenalkan mulai dari cara merawat gigi dengan benar, sampai makanan yang baik dan buruk untuk kesehatan gigi, tak lupa juga mengenalkan alat-alat kedokteran gigi dan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut lainnya. Agar anak-anak paham dan sadar akan perlunya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan media edukasi yang menyenangkan.

Nanda menambahkan, dengan adanya alternative media edukasi MOLEGI ini, diharapkan masyarakat semakin bertambah pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulutterutama anak-anak. Karena permainan ini sangat menyenangkan, interaktif, dan mendorong siswa untuk bersosialisasi dengan teman-temannya karena dilakukan secara berkelompok.(*)