Okupansi Hotel di Soloraya Semester Pertama 2019 Capai 60%

Okupansi Hotel di Soloraya Semester Pertama 2019 Capai 60%

Hotel Novotel
Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO-Lima bulan pertama di tahun 2019, okupansi hotel di Soloraya menunjukkan peningkatan. Diungkapkan Perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo Bidang Humas dan Promosi, Sistho A. Sreshtho, selama tahun 2018 lalu okupansi Soloraya hanya ditutup 59%.

“Tapi di lima bulan pertama tahun ini, dimana ada 3 bulan low season okupansi ditutup di 59%-60% atau sama dengan pencapaian setahun lalu,” terang dia. Kemudian pada Ramadhan dan lebaran juga ada kenaikan okupansi sekitar 10%.
Lebih lanjut Sistho mengatakan hingga saat ini pendapatan sektor perhotelan Solo sebagian besar masih mengandalkan  Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Sedangkan pasar MICE sebagian besar datang dari unsur pemerintahan. “MICE hingga saat ini masih menjadi idola nomor satu di Solo. MICE menggerakkan perhotelan di Solo,” kata Sistho.
Pada semester kedua tahun ini, Sistho yakin setiap hotel telah melakukan strategi untuk menarik pengunjung terutama di segmen Mice. Pria yang juga menjabat sebagai General Manager The Alana Hotel Solo ini mengatakan apabila saat ini semua hotel di bawah Archipelago International Hotels Resorts and Residences di wilayah Jawa Timur telah melakukan kegiatan untuk menarik pasar dari wilayah Jawa Tengah termasuk Solo.
“Beberapa waktu lalu beberapa hotel di wilayah timur telah melakukan gathering dengan pelaku biro perjalanan wisata di Solo untuk memperkenalkan properti yang ada di Jawa Timur. Tentunya kami juga akan melakukan kegiatan balasan untuk menarik pasar dari timur,” terang dia.
Sistho tak memungkiri jika keberadaan tol menjadi salah satu daya tarik yang bisa memudahkan masyarakat di Jawa Timur untuk melakukan kegiatan di Solo. Dia pun optimis ke depan pasar MICE di Solo dan sekitarnya akan terbuka lebih luas. Terlebih apabila sektor di Solo juga dapat memberikan dukungannya.