Sempat Lesu Saat Puasa, Transaksi Pasar Modal Kembali Menggeliat

Sempat Lesu Saat Puasa, Transaksi Pasar Modal Kembali Menggeliat

Wira Adibrata

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO-Setelah sempat lesu beberapa waktu lalu, kini transaksi pasar modal naik kembali. Demikian disampaikan Manager Representative Office PT RHB Sekuritas Indonesia, Lius Andy Hartono kepada mentari.news beberapa waktu lalu.

Penurunan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor diantara ada kekhawatiran beberapa pihak yang menyebabkan terjadinya penurunan transaksi.

“Libur Lebaran cukup panjang. Ada kekhawatiran bursa global turun. Banyak yang beranggapan, kalau belanja banyak, libur kan nggak bisa jual. Biasanya trader berpikir tidak masalah rugi sedikit asal bisa jual. Lah ini tidak bisa jual karena libur,” kata Lius Andy.

Namun setelah Lebaran, transaksi yang sebelumnya lesu mulai menggeliat kembali.

“Ternyata selama seminggu kami tutup, bursa Amerika naik 3,2 %. Otomatis ada euforia. Orang yang sebelum liburan takut, mendadak berani [bertransaksi],” terangnya.

Lebih lanjut Lius  mengatakan pada Senin (10/6) siang, muncul berita bagus, dimana salah satu lembaga pemeringkat internasional ternama yaitu Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat kredit Indonesia. Hal itu turut mendorong pertumbuhan positif transaksi pasar modal, selain faktor lain.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor BEI Jawa Tengah 2, M. Wira Adibrata mengamini pendapat Lius dengan mengatakan, secara umum transaksi pasar modal selama momentum puasa turun.

Jika rata-rata di Solo mencapai Rp 3,5 triliun per bulan di 2018, pada puasa 2019 transaksi turun hingga mencapai di bawah Rp 2 triliun.

“Bukan karena puasa, tapi karena banyak faktor yang melatarbelakanginya, termasuk isu perang dagang Amerika, neraca perdagangan negara yang sempat jeblok serta kondisi global yang kurang mendukung,” terang Wira Adibrata.

Namun, pada H+1 Lebaran, pasar sudah menunjukkan tren positif. Hal itu diperlihatkan oleh  hampir semua emiten besar trennya menanjak. “Laporan keuangan perusahaan emiten juga cukup baik,” tutur Wira Adibrata.(*)