Tim PKM FK UMS Teliti Akar Sambiloto Sebagai Penurun Kolesterol Mujarab

Pujoko26/06/2019

Tim PKM FK UMS Teliti Akar Sambiloto Sebagai Penurun Kolesterol Mujarab

Pujoko26/06/2019
kru Sambiloto

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –  Penyakit jantung menjadi momok bagi dunia kesehatan. Saat ini, penyakit jantung menjadi penyakit pembunuh tertinggi di dunia. Hal ini terjadi disebabkan gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi makanan dengan kolesterol tinggi.

Fenomena inilah yang mendasari kelompok Program Kreatifitas Mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta

Tim PKM FK UMS diketuai Deny Puji Krestianto, serta Mahadevi Cinantyan Wibowo dan Aflah Alef Abdillah sebagai anggota.

Akar sambiloto

Masyarakat masih beranggapan hanya daun sambiloto saja yang memiliki manfaat dalam mengobati penyakit. Karena itulah kami mencoba untuk meneliti bagian lain dari sambiloto yaitu akarnya yang  kerap diabaikan oleh masyarakat karena beranggapan akar sambiloto tidak memiliki manfaat.

 

Padahal dalam akar sambiloto memiliki kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian sambiloto lainnya. Flavonoid bermanfaat sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel karena stres oksidatif dan juga dapat menghambat fatty acid synthase (FAS) secara langsung untuk  menurunkan pembentukan asam lemak.

 

Proses penelitian ekstrak akar sambiloto jadi bahan obat alternatif penurun kolesterol. (dok.pribadi)

“Dengan melihat peluang adanya kandungan flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan bagian lain dari sambiloto, kami mencoba efektifitas dari akar sambiloto sebagai penurun kolesterol,” kata Deny, Selasa, (25/6/2019).

Tahap penelitian

Dengan gaya bercerita, Deny menuturkan proses penelitian akar sambiloto ini menjadi bahan obat penurun kolesterol:

Dalam pembuatan ekstrak tidak sulit, namun membutuhkan ketekunan dalam menghaluskan akar untuk dijadikan serbuk. Setelah itu dilakukan untuk pengekstrakan dibutuhkan waktu 6 hari untuk dijadikan ekstrak akar sambiloto. Percobaan kami lakukan pada bulan April-Mei 2019.

Pada tahap pertama dilakukan pemisahan akar sambiloto dengan batangnya selanjutnya akar tersebut dicuci dan dibersihkan menggunakan air kemudian di angin-angin kan sampai tidak ada air, kemudian kita lakukan pengeringan menggunakan oven dengan suhu 400C selama 4 hari.

Selanjutnya dilakukan penghalusan akar dengan penumbuk manual sampai halus sehingga menjadi serbuk. Akar sambiloto yang telah menjadi serbuk selanjutnya dilakukan perendaman dengan etanol 70% selama 6 hari.

Proses selanjutnya yaitu penyaringan dimana menghasilkan filtrat akar sambiloto. Selanjutnya kami melakukan evaporasi terhadap filtrat akar sambiloto yang menghasilkan esktrak murni.

Lalu kami  mencampurkan cmc dengan ekstrak akar sambiloto. Setelah itu kami berikan kepada hewan uji dengan dosis pemberian sesuai kelompok masing-masing.

Untuk proses pengujian kami menggunakan tikus sebnayak 24 ekor yang dibagi dalam 6 kelompok masing-masing terdiri dari 4 ekor tikus.

Pada kelompok 1 kontrol normal hanya diberi pakan strandart, kelompok 2 kontrol negatif hanya diinduksi PTU dan makanan tinggi kolesterol , kelompok 3 diinduksi PTU dan makanan tinggi kolesterol kemudian diberikan 100mg/kgBB, kelompok 4 diinduksi PTU dan makanan tinggi kolesterol kemudian diberikan 200mg/kgBB, kelompok 5 diinduksi PTU dan makanan tinggi kolesterol kemudian diberikan 300mg/kgBB, kelompok 6 diinduksi PTU dan makanan tinggi kolesterol kemudian diberikan rosuvastatin 0,18 mg.

Pemberian PTU dan makanan tinggi kolesterol pada kelompok 2,3,4,5 dan 6 dilakukan selama 14 hari (hari ke 0 sampai ke 14) selanjutnya diberikan perlakuan selama 14 hari ( hari ke 15 sampai ke 28) menggunakan ekstrak akar sambiloto pada kelompok 3,4, dan 5 , sedangkan pada kelompok 6 diberikan rosuvastatin.

Pada hari ke-0, 15, 22 dan 29 dilakukan pengambilan darah pada tikus kemudian dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol menggunakan alat spektrofotometer. Kemudian didapatkan hasil dari semua kelompok perlakuan mengalami penurunan kolesterol.

Namun pada kelompok 5 dengan dosis pemberian ekstrak akar sambiloto 300mg/kgBB memiliki efektifitas tertinggi dalam penurunan kolesterol total.(*)