Uji Coba Market, Teh Sejenak Masuki Pasar Kota Solo

Uji Coba Market, Teh Sejenak Masuki Pasar Kota Solo

Peresmian Teh Sejenak masuk Solo

Reporter Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO-Ingin mengangkat dan mengedukasi masyarakat tentang budaya minum teh, Teh Sejenak meresmikan booth pertamanya di Solo Square lantai 1.

Dipilihnya Solo sebagai kota pertama dalam membuka booth Teh Sejenak bukan tanpa sebab, Ade Iman, pemilik sekaligus suami dari artis Vicky Zhu mengatakan Solo merupakan kota dengan masyarakat yang tinggi budaya minum tehnya.

“Kami melihat budaya minum teh di Solo masih sangat kental, orang yang suka minun teh itu dari Solo,” kata Ade Iman kepada mentari.news saat launching booth Teh Sejenak di Solo Square, Sabtu (8/6/2019).

Lebih lanjut Ade mengatakan booth pertama di Solo ini juga sekaligus dilakukan sebagai tes pasar. Apabila di Kota Solo bisa survive, mestinya di kota lain juga demikian.

“Rencananya setelah di Solo kami akan buka di mall di Purwokerto dan Jakarta,” kata Ade Iman.

Berbeda dengan teh yang sedang booming saat ini, Teh Sejenak menawarkan rasa teh tradisional yang memadukan teh lokal dangan teh impor dalam delapan varian rasa seperti Teh Masela, Baby Lemon Pakistan, Sejahtera, Semriwing, Lemon Cui, Kepala Dingin, dan Sejenak.

 

Booth pertama Teh Sejenak di Kota Solo brada di Solo Square. (mentari.news)

Ketika ditanya mengenai teh unggulan yang ditawarkan, Ade mengatakan varian Sejenak menjadi varian yang paling unggul karena menawarkan cita rasa teh original yang khas.

Namun untuk varian teh yang menjadi best seller adalah varian baby lemon yang memadukan lemon lokal serta impor.

“Best seller kami ada baby lemon jadi perpaduan lemon lokal dan impor sehingga menimbulkan sensasi yang berbeda, ada rasa mint-nya. Proses pembuatannya pun fresh,” paparnya.

Ade Iman mengaku pangsa pasar Teh Sejenak tidak ada batasan. Untuk itu harga yang dibandrol untuk segelas Teh Sejenak sendiri bisa dibilang terjangkau yaitu berkisar antara Rp.8.000- Rp 12.000.

“Sasaran kami, semua kalangan masuk. Baik tua, muda dari berbagai kalangan karena tujuan kami memang ingin membudayakan kembali budaya minum teh,” terang Ade Iman. (*)