UMS Targetkan 4 PKM Lolos PIMNAS 2019

Pujoko19/06/2019

UMS Targetkan 4 PKM Lolos PIMNAS 2019

Pujoko19/06/2019
Pelatihan PKM menuju PIMNAS

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –UMS menargetkan mampu meloloskan empat penelitian ke Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2019 di Universitas Udayana pada Agustus mendatang.

“Target khusus UMS ke PIMNAS harus ada berapa penelitian? Tahun kemarin ada 2 penelitian. mungkin bisa lipat 2, minimal 4. Karena sekarang persaingan ketat,”  kata Kabag Penalaran, Kreatifitas  dan softkill Bagian Kemahasiswaan UMS,  Ahmad Kholid Algofari,S.T., M.T.

Tahun 2019 ini, sebanyak 34 proposal penelitian dari UMS lolos seleksi dan pendanaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti RI.

“Kami sudah kumpulkan ketua-ketua tim penelitian. Kami beri mereka dana talangan karena dari Dikti belum cair. Rp 3 juta untuk masing-masing tim guna memulai pelaksanaan PKM sesuai skema mereka,” terang Ahmad Kholid, Senin (17/6/2019).

Berikutnya 34 tim yang proposalnya lolos tersebut diberi pelatihan agar bisa mengerjakan luaran dari penelitian yang dilakukan seperti yang dijanjikan dalam proposal. Salah satu luaran wajib yang harus dibuat adalah artikel yang dipublikasikan.

“Kami sudah berikan pelatihan itu. Di samping pelatihan artikel publikasi, tim PKM kami ajari menulis populer sehingga mereka juga bisa menulis di media massa, bukan hanya secara ilmiah,” kata dosen Prodi Teknik Industri Fakultas Teknik UMS itu.

 

Mahasiswa anggota tim-tim PKM UMS mengikuti pelatihan penulisan menuju PIMNAS 2019. (mentari.news)

Selain itu, Bagian Kemahasiswaan UMS juga telah memfasilitasi dengan mendaftarkan hasil penelitian tim PKM di sentra HAKI LPPM UMS.

“Kemarin sudah kita identifikasi mana penelitian yang masuk paten, mana yang masuk hak cipta, dilihat dari sisi kecocokannya. Kami upayakan semua penelitian bisa kita daftarkan,” kata Ahmad Kholid.

Nilai lolos PIMNAS

Diterangkan Ahmad Kholid, penilaian penelitian lolos PIMNAS ada tiga faktor. Pertama, proposal penelitian. Ini mengambil 30% penilaian. Kemudian 20% berupa laporan kemajuan.

Tim PKM memiliki log book yang berisi rekap aktifitas per hari dari penelitian yang dilakukan atas sepengetahuan pembimbing.

“Maka kami harus mendampingi (tim PKM) supaya hasilnya bisa maksimal. Salah satunya kami ajak aktif dosen pendamping. Kami sudah kumpulkan dosen pendamping agar lebih intens mendampingi mahasiswa.

Sementara yang 50% penilaian adalah monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan tim dari Kemenristekdikti yang datang ke kampus-kampus guna melihat perkembangan penelitian yang dilakukan tim PKM.

“Monev dari Kemenristekdikti, mereka datang ke kampus. Biasanya UMS jadi host. Untuk melihat perkembangan tim PKM, mereka diminta presentasi 1 kelompok 10 menit presentasi dan tanya jawab,” kata Ahmad Kholid.

Agar tim PKM UMS mampu melakukan presentasi yang bagus, Bagian Kemahasiswaan UMS telah memberi pelatihan presentasi serta pembuatan naskah presentasi yang baik.

“Salah satu isi dari monev adalah adanya tampilan luaran yang tidak hanya sekedar naskah ilmiah tapi ada naskah yang dipublikasikan di media koran, televisi. Kita sudah jadwalkan publikasi di TV lokal di Solo yaitu  TA TV dan MTA TV,” kata Ahmad Kholid.

Mengenai persaingan untuk lolos PIMNAS 2019, diakui Ahmad Kholid, memang sangat ketat. Setiap bagian kemahasiswaan PT tentu sudah berusaha mempersiapkan tim PKM mereka agar lolos PIMNAS.

“Saya pernah di Unibraw (Universitas Brawijaya) Malang, yang juara umum PIMNAS 2018. Mereka serius dan fokus sekali mempersiapkan diri mulai dari menunjuk PIC fakultas,” ujar Ahmad Kholid. (*)