Wingko Babat Asli Desa Karangasem Dipasarkan SampaiJakarta

Wingko Babat Asli Desa Karangasem Dipasarkan SampaiJakarta

Wingko Babat Karangasem

Reporter: Rosita Maya Purnamasari
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO –Setelah mengikuti pelatihan pemberdayaan kader PKK di Desa Karangasem, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Ida Widiastuti, mulai mengembangkan usaha miliknya yaitu pembuatan wingko babat Karangasem.

Jajanan dengan bahan dasar kelapa parut itu menurut pengakuan Ida, proses pembuatannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam .

“Pembuatan wingko babat terutama pemanggangan satu oven penuh itu butuh waktu dua sampai tiga jam,” kata Ida kepada mentari.news, Senin (10/6/2019).

Bahan pembuatan wingko babat menggunakan sejumlah bahan alami. Sedang untuk parutan kelapanya menggunakan parutan khusus

Omset usaha wingko babat asli Karangasem ini diakui Ida selama ini tidak menentu. Hal ini terjadi karena penjualan yang dilakukan menggunakan cara pemesanan, bukan ready stock.

 

Wingko Babat asli Karangasem dengan nama merek Mutiara Snack. (istimewa)

“Sampai saat ini pesanan yang paling banyak itu sekitar 2000 potong wingko babat, dengan harga perpotong sekitar Rp. 1.000.

Ida menambahkan peminat wingko babat yang ia produksi sendiri itu bisa dibilang peminat musiman. Pesanan mulai banyak terjadi setelah Lebaran seperti saat ini misalnya untuk hajatan dan juga oleh-oleh untuk para perantau.

Para peminat wingko babat asli Karangasem ini tidak hanya berasal dari sekitar Desa Karangasem saja atau wilayah Sukoharjo, namun sudah sampai Wonogiri, Bekasi, dan Jakarta.

Diakui Ida, saat ini, penjualan wingko babat yang ia lakukan mengalami peningkatan. Tetapi karena baik pendapatan maupun pemesanan yang didapat itu tidak menentu jadi tidak bisa diperkirakan berapa persen maupun seberapa rupiah hasil dari jualan wingko babat ini. (*)