Bisnis Wedding di Kota Solo Meningkat di Pertengahan 2019

Bisnis Wedding di Kota Solo Meningkat di Pertengahan 2019

Wedding

Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS, SOLO-Tren menggelar pernikahan di hotel kian marak pada semester kedua tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya. Beberapa faktor ditengarai menjadi penyebab, salah satunya adalah pemilu yang berlangsung pada April lalu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Food and Beverage Sales Manager The Sunan Hotel Solo, Natalia Susana. Menurut Natalia, berdasarkan evaluasi semester I tahun 2019, sudah ada 20 wedding yang berlangsung. Memasuki semester II ini sudah cukup banyak yang on hand.

“Memasuki semester II ini juga banyak apalagi di Agustus besok. Trus ada kosong di September karena memang ada giat Suro, menurut orang Jawa kan tidak boleh mengadakan acara pernikahan. Kemudian Oktober hingga akhir tahun juga sudah full. Bahkan di 2020 kita juga sudah ada yang booking,” jelas Natalia kepada wartawan, Selasa (30/7).

Geliat pasar wedding juga dirasakan oleh Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH), Marketing Communication Manager KSPH Solo, Tia Kristiyanti menyampaikan di semester I hanya kosong di bulan Ramadhan saja, selebihnya selalu ramai di hari Sabtu dan Minggu.

 

Gelarn pernikahan di hotel. (mentari.news)

Evaluasi dari semester I 2019 sudah ada 20 wedding yang dihandle di KSPH. Untuk memasuki semseter II pihaknya optimis mampu mengejar target 55 wedding selama satu tahun. Diakui Tia, memasuki semester II ini sudah ada 18 wedding yang booking hingga akhir tahun. Namun, dirinya mengaku kuota tersebut masih bisa bertambah seiring dengan berjalannya waktu hingga akhir tahun.

“Kita di Februari dan Maret 2020 saja juga sudah full booking. Tren pernikahan memang sekarang banyak yang memilih di hotel, karena one stop service. Sudah dapat gedung, dekorasi, racikan makanan, fasilitas kamar pengantin dan keluarga, sound system dan masih banyak lainnya,” terang Tia.

Karena memiliki venue tradisional, yaitu pendopo jawa, konsep pernikahan adat Jawa memberikan andil 80 persen. Sisanya modern mix. Dari banyaknya konsep jawa yang dipilih, 90 persen memilih Ladosan atau piring terbang untuk sistem jamuannya. (*)