Gandeng Kopassus, SMK Muhammadiyah I Sukoharjo Laksanakan Diklatsar Ketarunaan

Pujoko28/07/2019

Gandeng Kopassus, SMK Muhammadiyah I Sukoharjo Laksanakan Diklatsar Ketarunaan

Pujoko28/07/2019
Diklat Ketarunaan SMK Mutu Sukoharjo

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – SMK Muhammadiyah I Sukoharjo bekerjasama dengan Grup 1 Kopassus Kandang  Menjangan Kartasura menyelenggarakan Pendidikan Latihan (Diklat) Ketarunaan bagi siswa kelas X. Diklat Ketarunaan yang pertama kalinya dilaksanakan tersebut diikuti semua siswa kelas X yang berjumlah 340 siswa selama 6 hari, Senin-Sabtu (22-27/7/2019).

Upacara penutupan Diklatsar Ketarunaan SMK Muhammadiyah I Sukoharjo dilaksanakan di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo pada Sabtu (27/7/2019) dengan isi demonstrasi diklat ketarunaan yang diikuti 140 siswa kelas X dihadapan peserta upacara termasuk orang tua siswa kelas X yang mengikuti diklat.

Dalam upacara tersebut, juga dihadiri Ketua PDM Muhammadiyah Sukoharjo, Wiwoho Aji Santoso, Kepala Dikdasmen PDM Sukoharjo, Sugiharto, serta orang tua siswa kelas X.

“Siswa yang diklat ketarunaan ini adalah semua siswa kelas X SMK Mutu Sukoharjo yang berjumlah 340 siswa. Sementara yang ikut pengukuhan saat ini ada 140 siswa,” terang Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMK Mutu Sukoharjo, Zaenal Arifin di sela pelaksanaan upacara kepada mentari.news.

Dalam demonstasi diklat  ketarunaan yang dilakukan ditengah alun-alun, 140 siswa kelas X memperagakan hasil latihan dasar ketarunaan bersama lima personil Kopassus Kandang Menjangan mulai dari PBB, senam dasar militer, bela diri militer, serta yel-yel.

Keterangan tertulis yang didapat mentari.news dari personil Kopassus yang memberi aba-aba demonstrasi menerangkan, senam dasar militer berisi pemanasan berupa gerakan loncat di tempat dengan kedua kaki membuka dan menutup  serta kedua tangan bertepuk diatas kepala.

Senam inti dilakukan berurutan mulai dari kepala, tangan, pinggang sampai kaki. Dimulai dengan gerakan kepala menunduk, berpaling dan patahkan hingga 5 kali hitungan.

Disusul gerakan tangan, gerakan pinggang, gerakan kaki, dan terakhir gerakan kombinasi. Setelah senam inti dilakukan senam penguatan tangan, otot perut bagian atas dan bawah.

Kepala Tim Pelatih Diklat Ketarunaan Sersan Mayor Adi Prayitno menjelaskan, diklat ketarunaan yang dilaksanakan ia pimpin dan dibantu 4 personil Kopassus lainnya berisi sedikit dari dasar-dasar kemiliteran.

“Yang kita sampaikan hanya semi-seminya saja, sedikit saja untuk pengetahuan dasar militer. Tujuan utama untuk kedisiplinan dan penbentukan karakter siswa kita latihkan PBB< senan dasar militer, kegiatan bela diri praktis militer ada 3 aspek ilmu pengetahuan dan ketrampilan, binjasmil (pembinaan jasmani militer) dan terakhir kepribadian. Jadi kepribadian ini tuntutan bagi lulusan SMK yang berkarakter dan siap kerja,” ujar Serma Edi Prayitno.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah I Sukoharjo, Bambang Sadana menerangkan, diklat ketarunaan untuk siswa kelas X ini bekerjasama dengan Kopassus yang dikenal sebagai kelompok pasukan elit militer di mata dunia.

“Tujuannya untuk melahirkan siswa berkarakter kuat, disiplin dan jujur dan disamping juga berkarakter islami yang ditanamkan sejak awal,” ujar Bambang Sadana.

Dalam konteks yang lebih luas, diklat ketarunaan ini dilakukan sebagai respon dari tuntutan dunia industri yang membutuhkan lulusan SMK yang berkarakter.

‘Insya Allah dengan diklat ketarunaan ini, SMK Mutu Sukoharjo siap membimbing siswa untuk memenuhi tuntutan dunia kerja,” tambah Bambang Sahana.

Dalam upacara penutupan sekaligus pengukuhan taruna ini, selain dihadirkan demonstrasi keterunaan juga diberikan penghargaan kepada taruna taruni terbaik hasil diklat. Berhasil menjadi taruna terbaik adalah Rangga Duta Wijaya. Sementara Diah Putri Eka Asianti menjadi taruni terbaik. Taruna dan taruni terbaik memperoleh sertifikat penghargaan serta uang pembinaan.

Tapak Suci Putra Muhammadiyah Sukoharjo juga turut hadir dalam upacara penutupan diklat ini dengan menghadirkan demonstrasi keahlian bermain jurus pencak silat dan kekuatan fisik.

Enam anggota Tapak Suci Sukoharjo memperlihatkan kemampuan kombinasi fisik,psikis dan spiritual dengan menghancurkan benda-benda keras diatas tubuh mereka dengan alat pemukul yang dilakukan pendamping demonstrasi.

Sementara itu Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Wiwaha Aji Santoso mengatakan siswa didik memang harus dibekali pendidikan karakter yang kuat agar menjadi individu yang baik.

“Siswa perlu dibekali hal-hal yang terkait dengan kedisiplinan, sportivitas dan lain-lain.  Dan itu kita melihat Kopassus memang jagonya. Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan ini bisa dipahami betul oleh anak-anak dan orang tua,” ujar Wiwaha dalam sambutan upacara. (*)