Istiqomah

admin17/07/2019

Istiqomah

admin17/07/2019
istiqamah

Oleh: Agus Sumiyanto

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan “Tuhan kami adalah Allah”, kemudian mereka istiqamah , maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih;dan bergembiralah kamu dengan memperoleh sorga yang dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung –pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (QS.Fushshilat 41: 30-32)

Secara etimologis, istiqomah berasal dari kata istaqama-yastaqimu, yang berarti tegak lurus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konskuen. Dalam terminology Ahlaq , istiqamah adalah sikap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan. Seorang yang istiqamah adalah laksana batu karang di tengah lautan luas ,yang tidak bergeser meskipun dihantam gelombang yang bergulung-gulung.

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat yang bernama Sufyan ibn Abdillah meminta kepada Rasulullah SAW supaya mengajarkan kepadanya inti sari ajaran Islam dalam sebuah kalimat yang singkat, padat dan menyeluruh, sehingga ia tidak perlu lagi menanyakan hal tersebut kepada siapapun pada masa yang akan datang. Memenuhi permintaan sahabat tersebut, Rasulullah baersabda ,” Qul, amantubillahi, Tsummastaqim  (“Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah” (HR Muslim).

Iman yang sempurna adalah iman yang mencakup tiga dimensi: hati, lisan dan perbuatan. Seorang yang beriman haruslah istiqamah dalam ketiga dimensi tersebut. Dia selalu menjaga kesucian hatinya, kebenaran perkataannya dan kesesuaian perbuatannya dengan ajaran Islam. Ibarat berjalan, seorang yang istiqamah akan selalu mengikuti jalan yang lurus, jalan yang paling cepat mengantarkannya ketujuan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh adDarami dari IbnMas’udra, diterangkan bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari membuat satu garis lurus di hadapan beberapa sahabat. Kemudian beliau membuat pula garis melintang di kanan kiri garis lurus tersebut. Sambil menunjuk garis lurus itu, beliau bersabda ,”Inilah jalan Allah”.

Kemudian beliau menunjuk pada garis-garis yang banyak yang ada di kiri kanan garis lurus itu dan berkata,” Inilah jalan-jalan yang bersimpang, pada setiap jalan itu ada syaithan yang selalumenggoda”.Setelahitubeliaumembaca Al Qur’an :

Sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia;dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa (QS.AlAn’am/ 6:153)

UjianKeimanan

Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa setiap orang yang beriman pasti

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah beriman”, padahal keimannya belum diuji. Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka sehingga dengan ujian itu) sungguh Allah mengetahui orang-orang yang dusta terhadap keimanannya  (QS Al Ankabut /29:2)

Ujian keimanan itu tidak selamanya dalam bentuk yang tidak menyenangkan. Keberhasilan bisnis juga ujian seperti kebangkrutannya. Pujian juga ujian seperti celaan. Seorang mukmin yang istiqamah tentu akan tetap teguh dengan keimannya menghadapi dua macam ujian tersebut. Dia tidak mundur oleh ancaman, siksaan, dan segala macam hambatan lainnya.

Tidak terbujuk harta, pangkat, kemegahan, pujian dan segala macam kesenangan. Itulah yang dipesankan Rasulullah kepada sahabat Sufyan di atas. Beriman dan istiqamah

Buah dari Istiqamah

Pada empat ayat S. Fushilat tersebut diatas dijelaskan bahwa orang yang beristiqamah dijauhkan  Allah dengan rasa takut dan sedih yang negatif.Dia tidak takut menghadapi masa depan dan tidak sedih dengan apa yang telah terjadi pada masa lalu.Dia  tidak takut menyatakan kebenaran,takut akan masa depan yang tidak pasti atau takut mengalami kegagalan. Dia juga dapat menguasai sedih yang manusiawi seperti kehilangan keluarga atau kegagalan usaha.Dia bisa menghindari kesedihan yang berlarut-larut yang menyebabkan kehilangan semangat dan penyesalan.Pada ayat itu juga dijanjikan Allah perlindunganNya bagi orang istiqamah.Lindungan Allah itu berarti jaminan untuk mendapatkan sukses hidup dan perjuangan seperti sahabat-sahabat Nabi yang memenangkan perang Badar atau Fathul Makkah.

Pada urusan akhirat,ada hadits yang diriwayatkan oleh al Barra’ ra, bahwa pada saat kematian  malaikat yang berkata kepada orang mukmin “ Keluarlah wahai ruh yang baik yang ada di tubuh yang baik pula yang telah kamu diami. Keluarlah menuju wangi-wangian dan Allah SWT yang Maha Rahman”.Zaid bin Aslam mengatakan bahwa para malaikat memberi kabar gembira kepada orang mukmin pada saat kematiannya ,di dalam kuburnya,dan pada saat dibangkitkan dari kubur.Firman tersebut mengandung maksud bahwa para malaikat mengatakan kepada orang mukmin ketika akan meninggal” Kami adalah penolong kalian dan teman kalian dalam kehidupan dunia.Kami mendorong,memberi petunjuk dan menjaga kalian agar tetap dalam keadaan taat kepada Allah. Kami juga akan menemani dalam kehidupan akhirat .Menghibur,menemani dalam kubur dan ketika terompet tanda kiamat ditiup.Kami akan membuat kalian  merasa aman pada saat dibangkitkan,melewati shirathal mustaqim dan mengantarkan kalian menuju surga yang penuh kenikmatan.Di dalam surga itu kalian mendapat apa yang diinginkan berupa kesenangan nafsu dan kesenangan hati.Tersedia semua yang kamu minta  didepan mata sebagai hidangan Allah yang telah mengampuni dosa kalian.

Wallahu a’lam bishawab