Tantangan Koordinasi dalam Kerjasama Antar Amal Usaha Muhammadiyah

Pujoko02/07/2019

Tantangan Koordinasi dalam Kerjasama Antar Amal Usaha Muhammadiyah

Pujoko02/07/2019
Dahlan Rais

Reporter: Pujoko

MENTARI.NEWS. SUKOHARJO – Muhammadiyah berkembang luar biasa besar dengan makin tumbuhnya amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dll. Namun dibalik semua itu, ada persoalan koordinasi dan sinkronisasi yang harus dihadapi terus menerus. Dalam beberapa kegiatan yang by design maupun peristiwa force majeur, koordinasi dan sinkronisasi antar bidang dan antar lembaga di Muhammadiyah mampu berjalan secara baik.

“Alhamdulilllah, beberapa (lembaga milik Muhammadiyah) telah berjalan dengan baik (bekerjasama),” kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahlan Rais dalam peresmian kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah serta Lembaga Usaha Kelompok Unggul (LUKU) Petani Muhammadiyah pada Sabtu (26/4/2019) di Gedung Induk Siti Walidah Kampus UMS, Pabelan, Sukoharjo.

Bentuk kerjasama tiga pihak tersebut adalah pembelian beras yang diproduksi LUKU sebagai organisasi binaan MPM PP Muhammadiyah oleh UMS. Beras sehat dari LUKU tersebut akan digunakan memenuhi kebutuhan pangan dosen dan karyawan UMS.

Contoh yang lain, Dahlan Rais menunjuk kerjasama antar lembaga sekaligus antar bidang di Muhammadiyah saat terjadi bencana di Indonesia. Sejumlah lembaga Muhammadiyah pada awalnya bekerja sendiri-sendiri memberi bantuan. Namun lembaga-lembaga tersebut bisa berkoordinasi sehingga mampu bersinergi membantu korban bencana alam.

“Kita semula lembaga penanggulangan bencana itu bekerja sendiri tapi bisa berkoordinasi dengan puluhan rumah sakit, klinik, insya Allah Muhammadiyah paling depan dan berkontribusi paling lengkap karena kehadiran Muhammadiyah tidak hanya dari relawan  yang memiliki kemampuan serba bisa tapi juga memberikan pelayanan yang spesifik karena disana hadir dokter, perawat, psikologi dari PT sehingga bantuan Muhammadiyah terhadap berbagai bencana bisa dibilang sangat lengkap. Sehingga Muhammadiyah memperoleh berbagai pujian dan penghargaan muncul dari luar negeri,” kata Dahlan Rais yang merupakan Ketua BPH UMS tersebut.

Contoh lain yang dikedepankan Dahlan Rais adalah keberadaan Lembaga Amal Zakat Infaq Sodaqoh (LAZIS) Muhammadiyah yang menjelma menjadi lembaga zakat terbesar di Indonesia saat ini. “Sesuatu yang bikin kami terkejut. Ternyata setelah semua potensi dihimpun, disatukan, menjadi kekuatan luar biasa,” kata Dahlan Rais.

Baca juga: JATAM Desa Gempol Karanganom, Klaten

Pada kesempatan tersebut, Dahlan Rais juga menyinggung keterlibatan Muhammadiyah bersama sejumlah lembaga lain yang mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 20 miliar dari target Rp 10 miliar untuk membangun rumah sakit di Rohingya. Namun rencana tersebut belum bisa terlaksana karena situasi dan kondisi di Rohingya yang belum seperti diharapkan.

Dahlan Rais kemudian mengingatkan mengenai tema milad Muhammadiyah tahun ini yaitu Ta’awun untuk Negeri yang memiliki keterkaitan dengan kerjasama UMS, MPM PP Muhammadiyah dan LUKU dalam bentuk jual beli beras petani jamaah tani Muhammadiyah Sragen tersebut. Bahwa, Ta’awun untuk Negeri, juga berlaku di internal keluarga besar Muhammadiyah. Termasuk juga ta’awun untuk para petani yang tergabung di LUKU yang siapa tahu bisa jadi alternatif, gagasan bagus, mulia yang perlu didukung bersama.

“Kembali kepada firman allah, … wa ta’awanụ ‘alal-birri wat-taqwā wa la ta’awanụ ‘alal-ismi wal-‘udwani…. Itu harus jadi semangat kita. Ada yang mengumpamakan kalau Muhammadiyah ini bangunan, bagian terpenting itu pondasi berbunyi hidup berdasarkan tauhid. Bangunan ini ditopang 4 pilar utama: 1 pencerahan umat; 2. menggembirakan amal salih; 3. bekerjasama dalam kebajikan; 4 tidak berpolitik praktis. Wa ta’awanu alal birri wat-taqwa. Kalau menerima kebijakan ini, Insya Allah termasuk mengamalkan perintah tadi. Bagaimana saling tolong menolong, bekerjasama karena semua untuk kebaikan perkembangan. Siapa tahu ini jadi potensi ekonomi sangat bagus,” kata Dahlan Rais. (*)