Visa Progresif Dihapus, Jamaah Umroh Diprediksi Naik Hingga 40%

Visa Progresif Dihapus, Jamaah Umroh Diprediksi Naik Hingga 40%

Ilustrasi visa progresif
Reporter: Rani Setianingrum
MENTARI.NEWS,SOLO-Munculnya kabar penghapusan visa progresif disambut gembira pelaku usaha biro umroh. Dengan dihapusnya kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan jumlah calon jamaah yang akan melaksakan ibadah umroh pada setiap periodenya.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu kepada wartawan baru-baru ini. “Dengar-dengar itu mau dihapus. Kalau kebijakan itu benar-benar diambil bisa mendorong peningkatan jumlah jamaah sekitar 40 %. Sebab banyak jamaah umrah yang sebenarnya setiap tahunnya ingin berangkat lagi,” kata dia.
Tak dipungkiri adanya kebijakan visa progresif turut memberi andil mengurangi jumlah jamaah yang ingin kembali melakukan umroh meskipun jumlahnya sedikit. Her Suprabu mengatakan, akibat kebijakan tersebut banyak calon jamaah yang menjadi bimbang dan ada sebagian yang sampai menunda keberangkatannya “Kebijakan tarif progresif cukup mengurangi minat jamaah yang mau berangkat. Ditambah adanya kebijakan rekam biometrik. Dua hal tersebut menghambat kenaikan pasar umroh 5% hingga 10%,” kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah menerapkan visa progresif bagi jamaah umrah. Visa progresif berlaku tiga tahun. Jadi yang terkena visa progresif hanya calon jamaah yang pada tiga tahun sebelumnya sudah berangkat umrah. Sedangkan besaran biaya progresif tersebut adalah sekitar 2.000 rial atau sekitar Rp8,3 juta.
Meski saat ini rekam biometrik dan visa progresif akan dihapus bukan berarti bisnis pelayanan perjalanan umrah di Solo bebas kendala. Adanya perubahan sistem penjualan tiket pesawat Garuda Indonesia sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap pelayanan perjalanan umroh di Solo. “Sebab dengan sistem penjualan tiket yang menggunakan penghubung, yaitu melalui biro yang ditunjuk Garuda Indonesia, kami pun kurang yakin dengan kepastian tiketnya. Jika tiba saatnya booking ternyata tidak ada tiket, itu pertaruhannya (nama_red) biro. Lain kalau kita yang menerima (beli_red) langsung dari Garuda,” kata Suprabu.
Menurutnya untuk periode 2018-2019 ini jumlah jemaah yang diberangkatkan dari Solo diperkirakan meningkat antara 10%-15% dari periode sebelumnya. Namun untuk periode mendatang diprediksi akan ada penurunan.(*)