Bagian Program SEA Teacher, FKIP UMS Gelar Temu Budaya & Gala Dinner Malibu

Pujoko16/08/2019

Bagian Program SEA Teacher, FKIP UMS Gelar Temu Budaya & Gala Dinner Malibu

Pujoko16/08/2019
Mahasiswa Lintas Budaya (Malibu)

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Ragam seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan negara Asia Tenggara ditampilkan pada Temu Budaya dan Gala Dinner Mahasiswa Lintas Budaya, Kamis (15/8/2019) di lantai 2/hall Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Temu budaya Malibu (mahasiswa lintas budaya) ini diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS. Tahun 2019 ini merupakan tahun ke empat penyelenggaraan. Sebanyak 120 peserta (mahasiswa dan DPL) mengikuti Temu Budaya dan Gala Dinner Malibu. Mereka berasal dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri adalah mahasiswa yang berasal dari daerah strategis pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah-nya (AUM) seperti Jakarta, Medan, Palu, Bangka hingga Sorong. Sementara mahasiswa dari luar negeri berasal dari Filipina, Thailand, Vietnam serta Malaysia.

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno mengatakan, temu budaya Malibu tahun ini di konsep dengan konteks perubahan secara digital (digital change) yang pada gilirannya bakal menghadirkan perubahan budaya (cultural change) dan seterusnya terjadi perubahan masyarakat (society change). Maka masyarakat dunia termasuk mahasiswa ini perlu disatukan agar saling mengenal kebudayaan masing-masing dan tentu saja diperkenalkan dengan budaya Indonesia.

“Salah satu yang digunakan sebagai pengenalan dan pemersatu adalah seni budaya. Seni sebagai refleksi dari kebudayaan mereka masing-masing. Mahasiswa Vietnam tampil dengan kebudayaan mereka, demikian pula mahasiswa dari Filipina, Palu, Kendari, Bangka juga tampil dengan kebudayaannya masing-masing,” kata Harus dalam keterangan tertulis Humas UMS, Kamis (16/8/2019).

Diterangkan Harun, mahasiswa dari ASEAN yang hadir dalam temu budaya di UMS Ini merupakan peserta program SEA Teacher yang melakukan kegiatan saling berkunjung antarnegara ASEAN.

“Selain mereka datang ke kami, pada saat yang sama kami juga mengirimkan mahasiswa-mahasiswa kami (UMS) ke negara-negara mereka supaya terjadi akulturasi kebudayaan yang nantinya akan berimplikasi pada literasi multi kultural,” terang Harun.

Diungkapkan Harun, saat ini ada 16 mahasiswa FKIP UMS yang berada di Filipina, dan 17 mahasiswa di Thailand. Di dalam negeri, ada mahasiswa FKIP UMS yang berada di perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Bangka, Medan, Belitung, Pangkalanbun, Kendari juga Palu.

SEA Teacher

Harun menjelaskan, untuk bisa mengikuti program SEA Teacher ini, mahasiswa FKIP UMS harus lolos seleksi yang diadakan oleh negara peserta program. Seleksi yang dilakukan mulai dari administrasi, wawancara, sampai dengan kepribadian. Disiplin ilmu yang masuk dalam SEA Teacher ini adalah pendidikan bahasa Inggris, Matematika, Geografi, maupun Akuntansi.

Selama satu bulan berada di UMS, peserta program SEA Teacher dari ASEAN tersebut akan ditempatkan di 97 sekolah dari TK – SMA/SMK di area Solo raya. Aktifitas hari pertama peserta program adalah mengamati budaya sekolah, lingkungan sekolah, dan sistem pembelajaran. Kemudian pada hari kedua dan seterusnya peserta program sudah berlatih mengembangkan perangkat pembelajaran di sekolah masing-masing.

Salah satu mahasiswa peserta Temu Budaya Malibu, Mutiara, dari STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung mengungkapkan kegembiraannya dapat memperkenalkan salah satu seni tari dari daerahnya di depan mahasiswa lain yang berasal dari budaya berbeda, termasuk dari luar negeri.

“Kami bertiga mempersembahkan tari Pinang Sebelas yang merupakan tari untuk menyambut tamu kehormatan dalam sebuah acara. Tentu kami sangat senang bisa hadir disini, diberi kesempatan memperkenalkan seni budaya kami,” kata mahasiswi semester 6 ini (*)