LPPM UMS Uji Coba Produksi BBM dari Sampah Plastik

Pujoko15/08/2019

LPPM UMS Uji Coba Produksi BBM dari Sampah Plastik

Pujoko15/08/2019
LPPM UMS

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SUKOHARJO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta (LPPM UMS) melakukan uji coba mengolah limbah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Uji coba pengolahan limbah plastik menjadi BBM tersebut dilakukan di halaman Gedung Siti Walidah UMS pada Rabu (7/8/2019).  Uji coba dilakukan dengan menghadirkan penemu alat pengolah limbah plastik jadi BBM, Utomo Widyo yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah.

Utomo Widyo menerangkan ide pembuatan alat pengolah limbah plastik jadi BBM tersebut berawal dari kondisi banyaknya sampah terutama sampah plastik yang berserakan yang ada tempat penampungan sampah di tempat tinggalnya.

Dari realitas itu kemudian Utomo Wahyu berusaha mencari alat untuk pengolahan limbah plastik itu. Lalu Utomo menciptakan destilasi plastik untuk mengubah plastik menjadi zat pembentuknya dan nantinya terpisah-pisah jadi bahan bakar yang beragam.

Untuk menghasilkan BBM dari sampah plastik seperti yang diinginkan, Utomo melakukan serangkaian proses pengolahan mulai dari sampah plastik dimasukkan ke alat berupa tabung reaktor kemudian dipanaskan sampai plastik tersebut mencair.

Asap hasil pembakaran yang dilakukan tersebut dikeluarkan dan ditampung di kondensor pertama, kedua dan ketiga sesuai dengan masa jenis dari gas-gas tersebut. Setelah gas tersebut menjadi cair akan mengeluarkan gas yang berbeda-beda. inilah yang nantinya akan menjadi bahan bakar minyak.

Dari keterangan tertulis yang diterima redaksi mentari.news dari Humas UMS, Kamis (15/8/2019), setelah Utomo melakukan eksperimen selama empat bulan, ia menghubungi LPPM UMS.

Lembaga yang dulunya bernama Lemlit UMS tersebut merespon dengan baik keinginan Utomo Wahyu untuk bekerjasama mengoptimalkan keberadaan alat pengolahan limbah plastik menjadi BBM.

Kepala LPPM UMS, Agus Ulinuha menerangkan, UMS melalui LPPM akan memberikan perbaikan-perbaikan terhadap produk yang dihasilkan oleh Utomo Wahyu. Sifat perbaikan itu pembinaan dan pendampingan. Dari hasil ini nanti akan uji lab untuk menyempurnakan produk. Apabila produk sudah sesuai yang dikehendaki, maka arahnya akan diproduksi secara massal.

“Ada tiga jenis produk BBM yang dihasilkan dari limbah plastik tersebut, yakni minyak tanah premium dan solar,” ujar Agus.

Terkait kapasitas dari alat yang diciptakan Utomo Wahyu ini, Agus menerangkan untuk menghasilkan 5 liter BBM dibutuhkan 5 kg sampah plastik. (*)