Makna Logo Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Tahun 2020

Pujoko01/08/2019

Makna Logo Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Tahun 2020

Pujoko01/08/2019
Logo Muktamar

Reporter: Pujoko
MENTARI.NEWS, SOLO – Rilis awal (soft launching) Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang dilaksanakan di halaman Gedung Siti Walidah pada Rabu (31/7/2019) menjadi acara peresmian logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 serta Logo Muktamar Aisyiyah ke-48.

Keterangan mengenai logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 sudah dijelaskan Ketua Panitia Pemilihan Muktamar Muhammadiyah ke-48, Dahlan Rais dalam konferensi pers, Selasa (30/7/2019) di ruang sidang BPH UMS.

Dalam keterangan yang diberikan Dahlan Rais, dijelaskan adanya empat visual yang mewujud dalam logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 ini yaitu gunungan, Kalgrafi, panah ke atas, Latarbelakang Alam Semesta dan Lintasan Cahaya serta lingkaran serta  tipografi  atau jenis huruf.

Pertama, gunungan. Dahlan Rais menerangkan, gunungan atau kayon dalam konsep Jawa merupakan simbol pohon kehidupan yang melambangkan seisi alam semestan.

“Dalam pagelaran wayang, gunungan digunakan sebagai pembuka dan penutup pagelaran, sebagai penanda setiap pergantian adegan/babak (jejeran),” kata Dahlan Rais,” kata Ketua Badan Pembina Harian UMS tersebut.

Apabila diperhatikan, bentuk gunungan memperlihatkan visual angka 48 dalam tulisan Arab sekaligus menjadi simbol dari Muktamar Muhammadiyah ke-48 yang menjelaskan estafeta dari periode ke preriode menuju babak baru yang memperlihatkan langkah pergerakan dinamis dalam mencapai tujuan Muhammadiyah sebagaimana dicita-citakan KH Ahmad Dahlan.

Kedua, kaligrafi.  Kaligrafi dalam logo Muktamar Muhammadiuyah ke-48 ini terbentuk sebagai gubahan gunungan berupa angka 48 dalam kaligrafi Arab.. Kaligrafi dan Arsitektur melambangkan peradaban  dan seni Islam yang bernilai tinggi.

Kemudian visual panah ke atas memperlihatkan bentuk angka 8 yang merupakan lambang perkembangan serta tujuan organisasi dalam membangun/membangkitkan peradaban  Islam yang berkemajuan.

 

“Latar belakang (background) dari gunungan merupakan visualisasi dari alam semesta sekaligus menggambarkan lintas gerak cahaya atau sinar yang mencerminkan dinamisasi gerakan dakwah serta tajdid pencerahan Muhammadiyah di bumi Indonesia yang terus bergerak dinamis melewati ruang dan waktu  guna mencerahkan semesta sebagai aktualisasi Islam Berkemajuan yang menyebarkan misi rahmatan lil-‘alamin,” terang Dahlan Rais.

Kemudian juga ada visual lingkaran yang melambangkan keterusmenerusan tanpa putus dan melintas batas. Semburat cahaya bersudut 48 menggambarkan energi, kekuatan, martabat, dan kecerdasan.

“Serta dapat diartikan juga sebagai simbol  pencerahan yang menggembirakan dalam Muktamar ke-48 tersebut. Pancaran cahaya itu menyinari dunia sehingga menjadi rahmat bagi semesta,” kata Dahlan Rais.

Sementara itu, penulisan Muktamar, tema dan seterusnya menggunakan jenis huruf “Futura” yang mempunyai karakter kokoh, modern, dan futuristik dalam spirit Berkemajuan untuk memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta. (*)